Kata Kunci Membangun Buton

Oleh: Samsul, Mahasiswa Magister Ilmu Hukum, Konsentrasi Hukum Kenegaraan, Universitas Gadjah Mada yang juga Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM
“ Ka ananto babangaisie nambita nipua Buton ana sapokanno paris, hawali tebe na pimpie mia muntano karonto mai kabara (anakku lihatlah besok atau lusa Buton ini akan kemajuannya seperti paris, tapi itu akan terjadi jika daerah ini di pimpin orang lurus dan benar”. Bergitulah kira-kira jika artikan dalam bahasa Indonesia. Pemahaman tentang istilah “karonto” dan “kabanara” menujukan makna yang sangat dalam tentang pemimpin yang amanah, jujur, berilmu dan beragama.
Pepatah tersebut sering di ucapkan oleh tokoh masyarakat atau orang tua yang pernah penulis sambangi. Namun beberapa orang berpendapat bahwa pepatah tersebut hanyalah sebuah ramalan belaka yang tidak akan terwujud. Ada pula berpendapat yang berbeda, bahwa pepatah tersebut pasti terjadi. Penulis adalah salah satu yang setuju dengan pendapat kedua ini. Dalam artian bahwa kemajuan Buton tidak akan terjadi secara alami (instan), tapi kemajuannya butuh upaya.
Kekujuran dan pengaruhnya
Dari pepatah tersebut, terdapat dua kata yang menarik di analisis berdasarkan sejarah peradaban manusia. Dua kata tersebut yakni “kejujuran” dan pengaruhnya terhadap “kemajuan” pembangunan ekonomi, sosial dan ilmu pengetahuan.
Banyak literatur (sumber bacaan) yang dapat digunakan untuk menilai kebenaran patah tua tersebut. Salah satunya adalah karya Wiliam Hart seorang guru besar astonomi dan fisika Universitas Maryland AS, sekaligus ahli sejarah dan penulis buku tersohor “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” yang mengambarkan tokoh-tokoh berpengaruh sepanjang sejarah manusia.
Dalam bukunya ia menempatkan Muhammad SAW sebagai tokoh yang paling berpengaruh melebihi tokoh-tokoh lainnya. Tak heran jika Hart menempatkan Rasullullah SAW sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah umat manusia. Hal ini dikarenakan sifat amanah, jujur dan adil yang dimiliki Muhammad SAW. Sifat inilah yang menjadi bahan baku penelitian (research) pengaruh kejujuran terhadap kemajuan peradaban bangsa saat ini.
Kita pula mengatahui seorang pemimpin di Abad ke-8 M yaitu Umar Bin Khatab. Beliau adalah seorang pemimpin yang sangat sederhanan, jujur dan adil. Dimasa kepemimpinannya, beliau sangat miskin bahkan disaat harta milik Kisra ada dalam kuasanya. Beliau keras terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan bahkan terhadap anaknya sekalipun.
Kisah kejujuran Umar Bin Khatab ini dijelaskan dalam buku karangan Muhammad Husei Haikal seorang penulis tersohor berkebangsaan Mesir. Ia gambarkan tentang seorang pemimpin yang Allah SWT tempatkan kebenaran di lidah dan hatinya. Model kepemimpinan yang jujur dan adil Umar Bin Khatab sehingga kaum muslimin menyaingi bangsa persia dan romawi. Inilah sepenggal sejarah yang menjelaskan pengaruh kejujuran dan keadilan terhadap perkembangan peradaban manusia.
Pentingnya Integritas
Kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, pengangguran, serta meningkatnya tindak pidana kriminal merupakan efek domino dari ketidak jujuran seorang pemimpin. Masalah ketidak jujuran adalah masalah kecil namun berdampak besar terhadap laju pembangunan.
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pepatah tua Buton se-akan menujukan kebenarannya. Bukan menjadi rahasia umum jika potensi alam Buton memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Berdasarkan peta lokasi Quarry aspal Buton, sebaran potensi tambang aspal Kabungka dan Lawele masing-masing memiliki deposit 60 juta ton dan 220 ton aspal.
Buton pula memiliki wisata alam yang dapat memanjakan mata karena keindahannya, lahan pertanian yang luas, sumber daya kelautan yang melimpah. Tak hanya itu, hutan Lambusango pula memberikan manfaat yang tidak kalah penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan atau dapat dikatakan sebagai laboratorium ilmu pengetahuan. Potensi lain yang tidak kalah penting adalah budaya dan sejarah tua Buton.
Kekayaan inilah yang menjadikan alasan pepatah tersebut dapat terwujud. Namun untuk mewujudkan pembangunan Buton yang maju. Masyarakat perlu menyepakati bahwa integritas (jujur dan adil) adalah kata kuncinya. Oleh karenanya, kemajuan pembangunan Buton bukan hanya menjadi tanggung jawab pemimpin, tapi ini merupakan tanggung jawab masyarakat Buton secara umum. Karena pada dasarnya untuk mendapatkan seorang pemimpin yang jujur dan adil harus dimulai dari pemilih dan memilih yang jujur.(*)