Berita Terkini
Muna

Insentif Guru Honorer di Mubar Mulai Dibayarkan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 15 September 2018 15:59 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Insentif Guru Honorer di Mubar Mulai Dibayarkan
Jamuddin

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Para guru honor di Kabupaten Muna Barat (Mubar), khususnya yang mengabdi pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sumringah. Pasalnya, insentif yang dijanjikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Mubar, sudah mulai dibayarkan.

Jumat (14/9), para guru pengabdi ini mulai mengurus rekening bank untuk pembayaran insentif tersebut. Karena tambahan biaya honor ini diberikan melalui rekening tiap guru, melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Mubar, Jamuddin mengatakan, pembayaran insentif guru honorer dilakukan secara serentak melalui rekening masing-masing tenaga pengabdi. Pemkab tidak akan memberikan insentif itu dalam bentuk gelondongan.

"Insentif para guru honorer sudah mulai dibayarkan. Makanya, semua para tenaga pengabdi tingkat SD dan SMP di Mubar diminta untuk membuka rekening pribadi. Pembayaran insentif mereka langsung melalui rekening masing-masing," ungkapnya.

Kata dia, insentif yang akan diterima para guru honorer, terhitung enam bulan. Setelah itu, ke depan akan diberikan tiap tri6wulan. Pemkab Mubar sudah menyiapkan dana melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk tambahan insentif tenaga pengabdi ini.

"Insentif ini di luar gaji mereka di sekolah. Kalau sudah selesai pembuatan rekening itu langsung dibayarkan. Jadi seluruh guru honor harus membuka rekening, dan pihak bank memberikan kemudahan dengan datang langsung memberikan pelayanan di kantor Dikbud," katanya.

Jamuddin menjelaskan, tambahan gaji bagi para tenaga honorer tersebut bagian dari realisai janji bupati dan wakil bupati Mubar, saat kampanye pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) lalu. Dimana saat itu, Bupati LM Rajiun Tumada, dan Wakil Bupati Achmad Lamani, berjanji akan memberikan insentif tambahan bagi para guru honorer.

"Alhamdulillah, janji itu hari mulai ditepati. Bukan hanya guru honorer, tetapi juga pemberian bantuan pakaian seragam gratis bagi peserta didik baru. Termasuk para perangkat desa dan pegawai sara diberi tambahan insentif," tuturnya.

Dikatakan, program bupati itu yang sudah dituangkan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) akan berlangsung setiap tahun. Namun, itu juga pihaknya akan tetap melakukan evaluasi, jangan sampai yang bersangkutan sudah tidak lagi mengabdi di Mubar, atau sudah jadi PNS.

"Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi guru-guru honorer. Kita akan upayakan terus agar program bupati ini bisa berjalan setiap tahun. Kita juga akan tetap mengontrol para penerima insentif, jangan sampai ada yang keluar. Kalau yang bersangkutan sudah tidak lagi honor di Mubar, kita akan langsung coret," tandasnya. (p5)

Bagikan