Berita Terkini
Buteng

Pembangunan Pintu Gerbang Islami Dianggarkan Bertahap

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 20 September 2018 15:09 WIB · 2 menit baca
Pembangunan Pintu Gerbang Islami Dianggarkan Bertahap
Bupati Buteng H Samahuddin dan Konsultan melihat rancangan gambar pembangunan gerbang islami yang dibangun di Desa One Waara

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) sudah memulai pembangunan pintu gerbang islami di Desa One Waara, Kecamatan Lakudo yang ditandai dengan pematangan lahan dan penggalian "cakar ayam" di kedua sisi jalan raya.

Selain sebagai tanda pintu masuk dari arah pelabuhan Wamengkoli, pintu gerbang islami ini dibangun untuk menunjukan identias Kabupaten Buteng sebagai daerah yang dikenal religius dan berperadaban tinggi.

Bupati Buteng H Samahuddin mengatakan, gerbang islami tersebut akan dibangun setinggi 16 meter dengan lebar 20 meter. Sisi kiri dan kanannya dibuatkan seperti kubah masjid berdiameter tiga meter dan ditengahnya menyerupai rumah adat Buton. Jalannya dibuat dua jalur dengan lebar masing-masing tujuh meter dan dilengkapi air mancur.

"Filosofi gerbang islami itu merupakan rangkaian bulan dan tahun Kabupaten Buteng mekar, 24 Juli 2014. Lebar gerbang 20, lebar jalan dua jalur masing-masing tujuh meter sehingga bila ditambahkan sama dengan 14, yang berarti Juli 2014," paparnya.

Anggaran pembuatan gerbang islami ini didapatkan dirinya dari hasil melakukan lobi di Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Cipta Karya. Hanya saja, pembangunannya akan dikerjakan secara bertahap namun dipastikan sudah bisa tuntas 2019.

"Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sultra melalui Dinas Cipta Karya. Untuk pembangunan pintu gerbangnya saja, paling sedikit membutuhkan sekitar Rp 6 miliar. Tahun ini kita bangun terlebih dahulu gerbangnya dan disempurnakan 2019 dengan taman serta air mancurnya," paparnya.

Samahuddin berharap dengan adanya pintu gerbang islami tersebut bisa menjadi "magnet" wisata baru di Kabupaten Buteng dan merangsang masyarakat lokal untuk menumbuhkan potensi dan peluang ekonomi di sekitar taman tersebut.

"Kalau pintu gerbangnya sudah jadi dan kita lengkapi dengan taman-taman dan air mancurnya, pasti akan menjadi tempat orang berwisata. Masyarakat bisa memanfaatkan peluang itu untuk berjulan makanan dan minuman atau kebutuhan mereka yang berwisata," pungkasnya.(uzi)