Anak Pemilik Hotel Andalas Ditemukan Tewas di Kamar
Bagikan

PUBLIKSATU, MUNA - Hendrik Lee (61), anak pemilik Hotel Andalas ditemukan sudah tidak bernyawa di lantai kamar tidurnya nomor 6 B, Jumat (21/9) sekira pukul 12.00 Wita. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Suzana Lee dan Ahmad yang mendobrak pintu kamarnya.
Ceritanya, sekira pukul 08.00 Wita, Suzana Lee melihat kamar korban dalam keadaan terkunci. Ia lalu memanggil nama korban, namun tak ada jawaban. Karena khawatir dengan kondisi kakaknya, Ia lalu menghubungi istri korban, Sumarni via Handphone agar datang di Hotel yang terletak di Jalan Soekawati.
Saat istrinya datang, korban juga tak menyahut. Mereka lalu memutuskan mendobrak pintu kamar dan mendapati korban tergeletak di lantai sudah tidak bernyawa. Mereka lalu menghubungi aparat kepolisian.
Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga melalui Kasat Reskrim, IPTU Fitrayadi mengatakan, saat pihaknya tiba di TKP, korban sudah meninggal dunia. Sekitar korban ditemukan benda-benda berupa rokok, dua asbak rokok, tiga botol air mineral, dua buah jam tangan, dua kacamata riben, satu kacamata buta, dua korek gas, kasur dan sprey dalam keadaan lembab. Sprey terdapat bakaran seukuran puntung rokok dan terdapat abu rokok, satu leontin batu akik, dua botol balsem, satu botol minyak angin, dua lembar fotp ronsen, tiga bungkus obat dan satu botol vitamin maagh.
"Dari hasil olah TKP dan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dalam keadaan wajar karena penyakit," kata Fitrayadi.
Dari keterangan keluarga, sebelum meninggal, pada 8 September lalu, korban sempat dirawat di RSUD selama lima hari akibat penyakit jantung koroner. Nah, dari situ, aparat Kepolisian menyampaikan pada keluarga agar korban di autopsi untuk lebih mengetahui secara pasti penyebab kematian korban. Namun, pihak keluarga menolak dan telah mengikhlaskan kepergian korban.
"Pihak keluarga tidak mau dilakukan autopsi," ujarnya. (cr1)