Peringati Tahun Baru Islam, Muslim Desa Lakapera Zikir Bersama

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Masih dalam suasana tahun baru Islam di bulan Muharam, muslim di Desa Lakapera, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menggelar istighosah atau zikir bersama di Masjid Al-Hidayah desa setempat yang banyak dihuni umat Kristiani tersebut, Sabtu (22/9).
Istigosah yang diikuti majelis taklim itu dipimpin Ustaz Muslimin dan pembawa hikmah tahun baru islam dibawakan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gu H Harsit SAg sekaligus memimpin doa bersama. Hadir pula Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gu Darman SPdI, Halik SPdI, dan Zurlina SE, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Gu Harsit saat membawakan hikmah mengatakan, Istighosah atau zikir bersama merupakan salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan seorang hamba selalu pandai bersyukur.
"Tahun baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yakni memperingati hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah untuk memperjuangkan agama Islam," tuturnya.
Menurutnya, ada banyak cara umat Islam memperingati tahun baru islam ini dan salah satunya dengan menggelar zikir bersama seperti yang dilaksanakan muslim Desa Lakapera sekarang ini.
"Di bulan Muharam sebagai tahun baru islam 1440 Hijriyah ini, mari kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Kita berharap, tahun ini lebih baik lagi dari tahun kemarin," harapnya.
Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gu, Zurlina mengaku bersyukur dengan antusias umat muslim di Desa Lakapera setelah pihaknya memberikan motivasi dan penyuluhan agama serta pengajian dengan rutin. "Kegiatan istighosah ini merupakan ide mereka dan kita hanya memfasilitasi saja mendatangkan ustaz dan pembawa hikmah," akunya.
Ia juga merasa bersyukur, kerukunan antar umat beragama antara Islam dan Nasrani di Desa Lakapera terjalin dengan baik dan penuh kekeluargaan dari dulu hingga sekarang. "Toleransi satu sama lain dalam menjalankan ibadah masing-masing sangat tinggi dan terpelihara sampai sekarang," tutupnya.(uzi)