Cegah Banjir Rob, Waburense Dibuatkan Tanggul

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melakukan pemetaan wilayah potensi rawan bencana di daerah setempat. Ada dua rawan bencana yang paling berpotensi, yakni bencana Tsunami dan Banjir Rob.
"Wilyah yang paling berpotensi Tsunami itu ada di Baruta, Kecamatan Sangia Wambulu, dan daerah-daerah pesisir di Kecamatan Mawasangka, Mawasangka Tengah, dan Mawasangka Timur. Kemudian banjir Rob di daerah Waburense, Kecamatan Mawasangka," beber Kepala BPBD Kabupaten Buteng Muhamad Yusuf, ditemui di kantor bupati.
Banjir Rob di wilayah Waburense ini, kata dia, hampir terjadi setiap tahun pada periode Januari sampai April. Pada bulan-bulan tersebut terjadi kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrim pada musim angin barat.
Pihaknya sudah mengusulkan relokasi pada masyarakat setempat, namun mereka tidak mau karena merupakan masyarakat nelayan. Terpaksa, BPBD Kabupaten Buteng mengupayakannya dengan membuat tanggul.
"pembuatan tanggul tersebut sudah kerjakan sepanjang 750 meter dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar dari APBN dan telah diresmikan. Memang secara keseluruhan kita belum bisa mencegah, tapi setidaknya kita sudah bisa meminimalisir jika terjadi banjir rob nanti," tuturnya.
Upaya pihaknya tak berhenti sampai disitu saja, BPBD Kabupaten Buteng terus meminta tambahan pembiayaan untuk memperpanjang tanggul tersebut.
"Dengan adanya tanggul tersebut, masyarakat nelayan bisa melakukan budidaya tambak, rumput laut, dan lainnya untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Karena kita hitung cost dan ratio mereka selama tidak melaut. Padahal, kalau melaut mereka mendapatkan ikan teri empat ton per harinya. Kalau kita rupiahkan berapa kerugian mereka ketika tidak melaut selama empat bulan," tandasnya.
Untuk wilayah lainnya, pihaknya juga masih melakukan pemetaan untuk dimasukan dalam Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB). Termasuk didalamnya banjir setiap tahunnya di Desa Lakapera dan angin puting beliung dan rawan longsor di beberapa kecamatan lainnya.
Dalam menyusun RIPB tersebut, pihaknya melibatkan civitas akademika dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga. Hasilnya nanti, akan menjadi blue print BPBD untuk menanggulangi bencana di Kabupaten Buteng.(uzi)