Pemkab Buteng Gelar Bursa Inovasi Desa
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menggelar Bursa Inovasi Desa yang diikuti pemerintah kecamatan dan desa di Gedung Azzahra Lakudo, Selasa (25/9).
Kegiatan yang dihadiri Tenaga Ahli Peningkatan Kapasitas Program Inovasi Desa Provinsi Sultra itu, dibuka Asisten III setkab Buteng LM Mursal Zubair mewakili Bupati Buteng H Samahuddin.
"Bursa Inovasi Desa diselenggarakan sebagai sarana pertukaran ide-ide kreatif dan inovatif untuk saling memberi informasi guna peningkatan kualitas kegiatan di desa, serta penyelesaian masalah yang dialami sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa," ungkap Mursal dalam sambutannya.
Melalui Bursa Inovasi Desa ini, diharapkan setiap desa dapat mereplikasi minimal satu menu kegiatan inovatif untuk diterapkan di desa masing-masing. "Banyak manfaat yang akan didapatkan dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa ini dalam meningkatkan kualitas penggunaan dana desa melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Peningkatan Kapasitas Program Inovasi Desa Provinsi Sultra, Farida Hamka SP menerangkan Bursa Inovasi Desa merupakan ajang pertukaran informasi antar desa untuk meningkatkan efektivitas penggunaan dana desa.
"Pertukaran informasi ini bukan penjualan barang, tetapi pemahaman terhadap konsep pertukaran informasi desa A ke desa B atau mungkin dari provinsi lain yang bernilai inovasi," katanya.
Dalam kegiatan ini, pihaknya menawarkan beberapa produk yang bernilai inovatif yang dibagi dalam tiga bidang, yakni bidang infrastruktur, bidang usaha ekonomi lokal, dan bidang sumber daya manusia.
"Pemerintah desa bisa memilih dari tiga bidang ini yang sangat cocok dengan potensi desanya dan bisa menjawab permasalahan yang ada di desa. Pilihannya itu kemudian dituangkan dalam kartu komitmen untuk dimasukan dalam APBDes 2019 nanti yang ditanda tangani kepala desa, ketua BPD, dan tokoh masyarakat," jelasnya.
Farida menambahkan, dengan adanya komitmen tersebut, kegiatan inovatifnya tidak bisa lagi dirubah dengan kegiatan lain atau jangan sampai tidak dilaksanakan. "Nanti komitmennya di Bursa Inovasi Desa ini dimasukan dalam RKPDes dan dituangkan dalam penganggaran APBDes 2019," tandasnya.
Output yang bisa didapatkan dari Bursa Inovasi Desa ini, usulan desa yang didanai dari dana desa akan sangat efektif dan kegiatan di desa bersangkutan akan menjadi percontohan karena usulannya tidak hanya terkait jalan usaha tani atau deker yang bernilai inovasi.
Alumni UHO Kendari ini mencontohkan, kegiatan desa yang bernilai inovatif seperti penggunaan lahan tidur, menciptakan daur ulang sampah, atau memanfaatkan biota laut yang menjadi potensi besar di Buteng ini untuk bisa menghasilkan nilai ekonomi sehingga menjadi tambahan PAD desa.
"Kita tawarkan inovasi seperti itu, supaya usulan-usulan yang didanai dari dana desa tidak terpusat hanya pada kegiatan infrastruktur. Infrastruktur boleh, tapi ada milai inovasi didalamnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Sementara itu, Kadis PMD Kabupaten Buteng Arsidik Patola mengaku pihaknya akan mengawal dan mengawasi komitmen inovasi yang akan diterapkan masing-masing desa melalui kegiatan Bursa Inovasi Desa ini.
"Kalau sudah berjalan nantinya, kita akan evaluasi kegiatan inovatif tersebut seberapa besar tingkat keberhasilannya. Bisa saja kita akan jadikan percontohan buat desa lain kalau tingkat keberhasilannya tinggi," singkatnya.
Arisik berharap, apa yang menjadi komitmen desa dalam kegiatan Bursa Inovasi Desa ini dapat menjadi kegiatan yang diprioritaskan di APBDes-nya karena sangat bernilai inovasi.(uzi)