Muna

Jelang Penerimaan CPNS, Disdukcapil Mubar "Diserbu" Warga

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 28 September 2018 13:25 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Jelang Penerimaan CPNS, Disdukcapil Mubar "Diserbu" Warga

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Situasi pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Muna Barat (Mubar), berbeda dengan hari-hari biasanya. Jelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), kantor yang dipimpin Alimin Ole itu diserbu warga untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan.

Tiap hari ratusan warga memadati kantor Disdukcapil, untuk mengurus identitas kependudukan sebagai salah satu kelengkapan persyaratan penerimaan CPNS tahun 2018 ini.

"Pelayanan pengurusan identitas penduduk jelang penerimaan pegawai mengalami peningkatan cukup drastis. Dalam satu hari, kami melayani ratusan warga mengurus identitas kependudukan itu," ungkap Kepala Bidang Pencatatan, Disdukcapil Mubar, La Ode Ngunu.

Kata dia, beragam yang diurus, diantaranya pencetakan KTP, KK dan Akte Kelahiran, pengaktifan KTP, serta legalisir atau pengesahan KK dan KTP. Banyak ditemukan nomor identitas kependudukan (NIK) bermasalah.

"Masalahnya itu seperti NIK di KTP berbeda dengan NIK di KK termasuk akta lahir. Makanya kebanyakan dirubah. Saya sendiri tidak bisa pastikan kenapa NIK itu berbeda. Tetapi kebanyakan KTP yang mereka miliki selama ini dibuat semasih Muna induk," katanya.

Menurut La Ode Ngulu, biar tidak dirubah KK atau KTP tidak masalah. Hanya saja, muncul ke khawatiran terhadap para warga utamanya mereka calon pelamar CPNS. "Waktu pelayanan ditambah. Biasanya pulang kantor pukul 04.30 Wita. Sekarang sampai malam. Kemudian, dibuka juga pelayanan Sabtu dan Minggu," ujarnya

Terkait ketersediaan blanko, La Ode Ngunu mengaku semua stok, baik KTP, KK, maupun akta kelahiran cukup tersedia. Bahkan blanko KK pengadaan tahun 2017 masih banyak. Pihaknya menyiapkan 19 ribu KK dan 15 ribu akta lahir.

"2018 ini ada 14 ribu blanko KK dan akta kelahiran yang disiapkan. KTP sebanyak 6 ribu. Jadi bisa melayani seluruh masyarakat Mubar. Masalah yang sering kita jumpai, kekurangan dawat atau ribon percetakan. Kemudian jaringan. Kalau blanko KTP habis, kita tinggal bersurat dan datang mengambil langsung di Kemendagri," tandasnya. (p5)

Bagikan