Berita Terkini
Muna

Warga Miskin Muna Barat Capai 52,345 Jiwa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 29 September 2018 14:05 WIB · 2 menit baca
Warga Miskin Muna Barat Capai 52,345 Jiwa
La Ode Takari

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Angka kemiskinan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) ternyata masih cukup tinggi. Hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diserakan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Mubar, tercatat warga miskin di Mubar mencapai 52.345 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 12.086 KK.

"Data yang kami peroleh ini merupakan data dari pemerintah pusat melalui BPS. Kami hanya diberikan. Dinsos tidak tahu perkembangan warga miskin dari tahun ke tahun," ungkap Kepala Dinsos Mubar, La Ode Takari.

Warga yang masuk kategori KK miskin itu tersebar di 11 kecamatan yang ada di Mubar, meliputi Kecamatan Barangka dengan jumlah warga miskin mencapai 4.106 jiwa, Kusambi sebanyak 7.352 jiwa, Lawa 5.812 jiwa, Maginti 5.462 jiwa, Napano Kusambi 4.228 jiwa, Sawerigadi 4.633 jiwa, Tiworo Kepulauan 4.793 jiwa, Tiworo Selatan 3.557 jiwa, Tiworo Tengah 3.957 jiwa, Tiworo Utara 3.784 jiwa, dan Wadaga 4.066 jiwa.

"Kategori warga miskin mempunyai angka penghasilan kurang dari Rp 300 ribu per bulan. Kemudian tidak terpenuhi kebutuhan sehari-hari, serta memiliki rumah tidak layak huni (RTLH)," ujarnya.

Kata mantan camat Sawerigadi itu, jika bantuan warga yang masuk kategori miskin tersebut diberikan bantuan. Hanya saja, pemberian bantuan itu ditentukan oleh pemerintah pusat. Sebab, nama-nama mereka sudah masuk dalam data pusat.

"Kalau ada bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kita tetap berikan juga. Hanya saja tidak langsung secara keseluruhan. Kita verifikasi berdasarkan skala prioritas," katanya.

Ia menjelaskan, kemisikinan itu biasanya terjadi karena pengaruh dari pribadi yang engan mau merubah polah kehidupan lebih baik. "Sebenarnya setiap orang itu tidak mau berada pada garis kemiskinan. Hanya kebanyakan ditemukan faktor malas untuk mengubah diri. Kemudian malas berusaha untuk meningkatkan taraf ekonomi," tuturnya.

Meski demikian, pihak Dinsos Mubar akan tetap berupaya untuk menekan angka kemiskinan di Mubar. Tentunya dengan memberikan sentuhan yang diarahkan pada ekonomi kerakyatan.

"Kami tetap berupaya menanggulangi angka kemiskinan di Mubar. Salah satunya pemberian bantuan berupa penciptaan lapangan kerja. Kita berikan bantuan kube, perbengkelan, dan rehabilitasi bagi rumah warha yang masuk kategori RTLH. Termasuk program keluarga harapan (PKH) ini bagian dari pengentasan kemiskinan," tandasnya. (p5)