Berita Terkini
Buteng

Pelebaran Jalan Buteng, Tebing Dibrekel dan Jurang Ditimbun

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 1 Oktober 2018 15:00 WIB · 3 menit baca
Pelebaran Jalan Buteng, Tebing Dibrekel dan Jurang Ditimbun
Bupati Buteng H Samahuddin mengarahkan alat berat saat membelah tebing untuk pelanaran jalan poros Lombe-Tolandona

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sebagai percontohan pengaspalan jalan Hotmix di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), pengerjaan poros Lombe-Tolandona yang saat ini tengah dilakukan pelebaran terus dimaksimalkan untuk mencapai lebar rata-rata 10 meter.

Maka tak heran, bila mengenai tebing batu langsung dibrekel atau dibelah dengan alat berat. Begitu pula bila melewati jurang yang tidak seberapa dalam, solusinya dibuatkan Talud kemudian ditimbun untuk menambah lebar jalan.

"Seperti pendakian di atas Lombe sebelum Madrasah Tsanawiyah, disitu jalannya sempit. Sebelah kanan ada tebing batu dan disebelah kirinya ada jurang yang dalam, maka kita pilih brekel saja tebingnya supaya menambah lebar jalan," ungkap Bupati Buteng H Samahuddin saat meninjau proses pelebaran jalan dan pembuatan Talud di poros Lombe-Tolandona, Kamis (27/9).

Beda halnya bila ditemukan jurang yang tidak seberapa dalam, maka ia memerintahkan konsultan dan kontraktornya untuk dibuatkan Talud kemudian ditimbun. Dengan cara seperti itu, target pelebaran jalan rata-rata 10 meter di poros Lombe-Tolandona tersebut dapat dicapai.

Samahuddin tidak memungkiri, dalam program pelebaran jalan tersebut ada pohon warga yang harus ditebang dan pagar rumah warga yang harus dirobohkan. Namun sebelum bertindak, pihaknya terlebih dahulu meminta izin dan restu dari pemiliknya.

"Alhamdulillah, dengan pendekatan persuasif yang kita lakukan tersebut warga sangat mengikhlaskan bila pohonnya ditebang dan pagar rumahnya dirobohkan. Rupanya kesadaran masyarakat akan pembangunan di Buteng ini cukup tinggi, sehingga bentuk apresiasi kita dari pemerintah adalah membuatkan mereka jalan yang bagus dan berkualitas," tuturnya.

Jalan yang bagus tersebut, kata dia, yang tadinya berkelok dibuat lurus dan tanjakan dikeruk agar menjadi rata. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko kecelakaan kepada para pengendara nantinya. "Kita tidak mau kerja salah-salah dalam memberikan kepuasan kepada masyarakat," tukasnya.

Menurutnya, saat ini Buteng bukan lagi sebuah kecamatan, tetapi sudah menjadi sebuah kabupaten yang jalannya harus diperlebar dan diaspal mulus untuk membuka keterisolasian dan memperlancar akses desa satu dengan desa lainnya atau kecamatan satu dengan kecamatan lainnya.

"Yakin saja, kalau akses jalan sudah bagus dan lancar maka dengan sendirinya perputaran ekonomi masyarakat menjadi lancar. Olehnya itu, sebelum membangun yang lain saya terlebih dahulu membangun infrastruktur jalan ini sebagai dukungan terhadap sektor unggulan Pariwisata dan Pertanian atau perkebunan," pungkasnya.

Warga Desa Wakea-kea, La Baisa (35), memuji cara kerja proses pengerjaan poros Lombe-Tolandona ini dan bersyukur akan diaspal dalam waktu dekat ini. Pasalnya, masyarakat Lombe-Tolandona sudah puluhan tahun menantikan pengaspalannya.

"Kita sudah lama menantikan pengaspalan jalan poros Lombe-Tolandona ini. Apalagi direncanakan akan dihotmix, kami sangat bersyukur sekali. Proses kerjanya saja kami beri jempol, jalan berkelok diluruskan dan jalan menanjak dikeruk atay dibuatkan Talud supaya jadi rata. Ini baru namanya kerja profesional," singkat Ketua Rumpun Bombobawulu ini.(uzi)