Soal Penyertaan Modal, Abu Hasan: Tak Ada Kongkalikong dengan Bank Sultra

PUBLIKSATU, BUTON UTARA - Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan menegaskan, tidak ada kongkalikong dengan Bank Sultra terkait penyertaan modal Rp, 2,5 miliar. Justru menguntungkan karena defiden yang diterima Pemerintah Daerah (Pemda) sangat besar.
Menurut Abu Hasan, salah satu sebab penyertaan modal dialihkan ke Bank Sultra sebesar Rp 2,5 miliar, karena manajemen Bank Bahteramas tidak pernah menyampaikan kondisi keuangannya kepada bupati.
"Manajemen Bank Bahteramas tidak pernah menghubungi saya untuk menyampaikan kondisi keuangan bank tersebut," kata Abu Hasan saat ditemui disela-sela upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Raja Jin Ereke, Senin (1/10).
"Kebijakan apa yang kurang dari saya. Semua dana desa yang hampir triliunan dialokasikan di sana (Bank Bahtemas, red)," tambahnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah memberikan penyertaan modal ke Bank Bahteramas sebesar Rp 3 miliar. Namun, defiden yang diterima Pemda hanya Rp 55 juta. Bandingkan dengan Bank Sultra, defidennya mencapai Rp 900 juta untuk penyertaan modal Rp 3 miliar.
"Tapi, saya tidak mencari untung, semua untuk daerah. Yang penting ada komunikasi manajemen dengan Pemda. Supaya saya tau posisi Bank Bahteramas dalam kondisi seperti apa. Tidak ada kongkalingkong dengan Bank Sultra. Memangnya dana itu saya ambil," tegasnya.
Dijelaskan, Bank Sultra telah mengembalikan dana Rp 1 miliar ke kas daerah. Seyogyanya dana itu untuk Bank Bahtemas, namun Pemda lebih condong ke Bank Sultra. Sekali pun Bank Sultra sudah diberikan Rp 1,5 miliar.
"Mau kita kasih ke Bank Sutra atau Bank Bahteramas, Itu tergantung komunikasi manajemen bank dengan Badan Keuangan Daerah (BKD)." tuntas mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini.(ary)