Temuan Mayat di Permandian Gegerkan Warga Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Warga Desa Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) digegerkan dengan penemuan mayat di permandian Air Kambara yang merupakan permandian umum desa setempat, sekitar pukul 07.00 wita, Senin (1/10).
Setelah diteliti, rupanya mayat tersebut merupakan warga setempat yang sudah lama mengidap gangguan jiwa, La Ali (42). Korban diketahui baru tiga hari keluar dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari.
Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga yang dikonfirmasi pasca kejadian menerangkan, pihaknya mendapat informasi penemuan mayat tersebut setelah mendapat laporan dari Kades Waara H Syamsul Zinu dan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Mayat tersebut awalnya ditemukan La Kiba dan La Mbrodo yang sedang menuju ke permandian umum Air Kambara. Setibanya di sana, mereka melihat mayat terlentang berkaos merah dan langsung pulang melapor kepada kepala desa," tutur Halim.
Kades pun mengajak Bhabinkamtibmas dan beberapa warga menuju lokasi mayat tersebut. Setelah diperiksa ternyata warganya sendiri bernama La Ali sudah tidak bernyawa lagi. Mereka kemudian membawa pulang mayatnya ke rumahnya.
"Kita minta tenaga medis Puskesmas Desa Waara, yakni Bidan Ira dan Suster Sarnia Raajo untuk memeriksa korban. Hasilnya, terdapat luka gores pada dahi dan kepala bagian belakang yang diduga terbentur saat terjatuh. Dugaan kematian disebabkan adanya penyakit jantung yang dialami korban, dibuktikan dengan tanda kemerahan di bagian pinggang," beber Halim.
Pria dengan pangkat tiga balak di pundak ini mengaku sudah meminta keterangan riwayat penyakit korban kepada adik korban La Lobe (37). Ia menerangkan, kakaknya tersebut sudah 17 tahun mengidap penyakit gangguan jiwa dan selama ini dirawat di RSJ Kendari.
"Menurut keterangan adik korban tersebut, Sabtu lalu (29/9) kakaknya baru keluar di RSJ. Minggu malam (30/9) sekitar pukul 22.00 wita keluar dari rumah. Ternyata Senin (1/10), pukul 07.00 wita ditemukan sudah menjadi mayat di permandian umum Air Kambara Desa Waara," terang Halim.
Adik korban menerima kematian kakaknya tersebut sebagai kecelakaan murni akibat terjatuh di permandian. "Keluarga tidak keberatan karena menyadari meninggalnya korban dikarenakan penyakit yang diderita selama ini, sehingga tidak perlu dilakukan autopsi mayat," tutup Kapolsek Lakudo.(uzi)