Berita Terkini
Wakatobi

Ratusan Kios di Wakatobi Terbakar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 3 Oktober 2018 13:44 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Ratusan Kios di Wakatobi Terbakar
Kios-kios di Pasar Sentral Wangiwanig Selatan rata tanah setelah kebakaran

PUBLIKSATU, WAKATOBI - "Si Jago Merah" menghanguskan Pasar Sentral di Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Senin (1/10) sekitar pukul 20.15 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tapi ratusan kios rata dengan tanah.

Insiden ini sontak membuat panik pedagang. Mereka berbondong-bondong menyelamatkan barang dagangannya di dalam pasar. Warga sekitar juga dibuat panik dengan kobaran api yang semakin besar.

Informasi yang dihimpun koran ini, api bermula dari bagian tengah pasar, kios penjual campuran (kosmetik, apotek, pakaian, barang pecah belah, serta sembako). Lalu merembet dan membakar bangunan lainnya.

Sulitnya akses masuk ke titik api salah satu kendala petugas lapangan memadamkan api. Alhasil, api nyaris menghanguskan seluruh bangunan pasar yang terbuat dari beton dan papan.

Satu unit mobil pemadam kebakaran tak mampu memadamkan api dengan cepat. Mobil water canon milik Polres Wakatobi, serta satu unit mobil kebakaran milik Bandara Matahora bergerak ke lokasi kebakaran. Namun tim pemadam kesulitan mendekati titik bangunan.

Api bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian. “Mobil pemadam kebakaran kita hanya satu, sehingga saat kehabisan air ada jedah saat mobil kembali mengisi air,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Wakatobi, La Ode Kuhaeri, Senin (1/10) malam.

Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Drs Muhammad Ilyas Abibu, saat ditemui di lokasi kebakaran paginya mengungkapkan, Pemkab segera mendata para koban. Selanjutnya akan diberikan bantuan dan diupayakan tempat penjualan baru, sehingga tidak terputus menjual.

"Kita akan identifikasi terlebih dahulu pedagang yang jadi korban dalam kebakaran ini, selanjutnya kita laporkan ke pimpinan. Langkah selanjutnya, kita cari solusi jangka pendeknya, para pedagang kita ini tidak boleh terhenti aktivitas perdagangannya," terang Ilyas Abibu.

Jenderal birokrat di Wakatobi itu mengaku belum menaksirkan jumlah kerugian. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, termasuk apa pemicu terjadinya kebakaran. "Karena kepolisian yang lebih berkopetensi untuk hal ini. Kita tidak bisa mereka-mereka bahwa sumber api dari mana. Setelah ini kita akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," ujarnya.

Namun sambung Ilyas, dirinya tetap upayakan adanya bantuan dari Pemkab kepada korban kebakaran. Terlebih dahulu akan dikoordinasikan kembali dengan instansi terkait. "Kedapan, saya juga sudah memberi petunjuk kepada Kadis Perindag, disamping penataan otled dari pasar ini, juga pembangunan pasar ke depan harus representatif. Pasar tetap harus dibangun di sini," tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Persagangan (Disperindag) Wakatobi, Saifuddin menerangkan, ada sekitar 138 bangunan kios. Dari jumlah tersebut lebih separoh hangus. Meski sejumlah kios tidak terbakar, tetapi kondisinya sudah rusak dan tak layak untuk berdagang.

Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya masih mencari solusi. "Kita cari dulu yang termudah dan tercepatlah. Karena ini harus melalui perencanaan. Kebetulan sebentar itu ada dari kementerian yang ke Wakatobi dan saya akan perlihatkan lokasi, somaga menjadi analisa mereka untuk kita dikasih kemudahan," terangnya.

Terkait pedagang yang kehilangan tempat jualan, pihaknya akan koordinasikan dahulu bersama pimpinan agar secepatnya direlokasi. Termasuk perencanaan pembangunan pasar.

Amatan wartawan, Selsa (2/10), aktivitas jual beli di Pasar Sentral tersebut lumpuh total. Pasar menyisahkan puing bangunan yang hangus terbakar. Bangunan pasar nyaris rata dengan tanah. Asap-asap sisa kebakaran masih nampak di antara puing-puing bangunan.

Meski bangunan telah gosong dilalap api, ratusan pedagang masih mendatangi lokasi kebakaran yang telah dipasang garis polisi. Mereka berharap masih ada sisa-sisa barang bisa selamatkan.

“Kami masih datang lihat kios kami yang terbakar, mungkin masih ada yang bisa diambil,” ucap seorang pedagang Pasar Sentral Wakatobi, La Fudi.

La Fudi merasa kehilangan mata pencaharian dengan terbakarnya Pasar Sentral itu. “Kita akan menderita lama lagi ini. Mau tidak mau, untuk bertahan hidup, nanti kami akan menjual di terminal,” ujarnya. (p10)

Bagikan