Pembelajaran Inovatif dan Bervariasi SMPN Satap Lamanggau : Pembuatan Roket Sederhana dari Botol Plastik

TOMIA- Pendidikan IPA Terpadu merupakan produk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang tidak lain melaksanakan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan hanya dikhususkan untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan IPA Terpadu (integrated science) sebagaimana telah diterapkan di negara-negara Barat, mencoba menggabungkan, memadukan dan mengintegrasikan pembelajaran IPA dalam satu kesatuan yang utuh.
Dengan pengimplementasian pembelajaran IPA Terpadu ini, diharapkan materi-materi IPA yang terpisah-pisah dalam beberapa bidang studi, yakni Fisika, Kimia, dan Biologi dapat diajarkan secara terpadu dan menyeluruh dalam satu bidang studi, IPA Terpadu.
Sebagaimana yang diterapkan oeleh salah satu Sekolah SMP di Kabupaten Wakatobi. Pembelajaran IPA secara inovatif dan bervariasi oleh SMP Negeri Satu Atap Lamanggau Kecamatan Tomia, Wakatobi, mengimplementasikan pelajaran Fisika dengan Menerbangkan Roket Sederha dengan menggunakan Huku III Newton “Aksi Reaksi”.
Safiuddin SPd, sebagai Guru IPA di SMPN Satap Lamanggau menjelaskan roket air mendorong gas ke bawah. Gas mendorong roket air ke atas (Hukum III Newton "Aksi-Reaksi). Konsep fisika yang lain yang terdapat dalam prinsip kerja dari roket air adalah tentang dari sifat udara yang memiliki tekanan dan menempati ruang, tentang perubahan energi, serta tentang sifat bahan dan kegunaannya.
Roket air mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket air ke atas (Hukum III Newton Aksi-Reaksi). Konsep fisika yang lain yang terdapat dalam prinsip kerja dari roket air adalah tentang dari sifat udara yang memiliki tekanan dan menempati ruang, tentang perubahan energi, serta tentang sifat bahan dan kegunaannya.
Untuk peserta didik terbagi dalam 3 kelompok dan melakukan Eksperimen Membuat Roket Sederhana pada sub materi Hukum Newton. Peserta didik menggunakan botol bekas mineral. Mula-mula peserta didik menyiapkan botol mineral bekas, dan pentil ban dalam untuk dipasangkan pada botol dan diusahakan kedap udara kemudian menghias botol semenarik mungkin.
Botol tersebut diisi oleh air 1/3 dari volume botol kemudian di pompa hingga botol mengembang. Setelah itu dilakukanpengujian di luar kelas dan dengan melepaskan penutup botol mineral dan husss!!! botol mineral pun meluncur secepat kilat. Setiap kelompok bersorak bahkan peserta didik lain pun ikut menyaksikan hal tersebut.
Kepala Sekolah SMPN Satap Lamanggau, Nurti SPd memberikan respon positif terhadap kegiatan diluar kelas dengan menggunakan Pembelajaran Inovatif yang lebih meransang pengetahuan siswa. Pembelajaran Inovatif menciptakan cara belajar yang tidak monoton di kelas saja. Untuk meningkatkan minat belajar siswa, pembelajaran inovatif harus di tingkatkan lagi agar memberikan bermaanfaat kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran Inovatif dan bervariasi ini sangat bagus dilakukan oleh guru dan siswa , praktek di luar kelas dapat membuat siswa tidak jenuh dan lebih termotivasi untuk belajar. Mereka dapat merasakan kesenangan dan kepuasan dalam belajar, dan dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas dan mendalam," ungkap Nurti.
Proses pembuatan Roket sederhana oleh Siswa SMPN Satap Lamanggau- (Publisatu/Suparman)
Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas. Dengan praktek di luar kelas, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Mereka dapat melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Siswa juga dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Mereka dapat bekerja sama dengan teman-teman mereka, berdiskusi, dan berbagi ide untuk menyelesaikan tugas dan proyek.
“Dengan pembelajaran inovatif dan bervariasi, kami berharap bahwa siswa kami dapat mengembangkan keterampilan hidup yang penting, seperti keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah,”. tukas Kepala SMPN Satap Lamanggau, kemarin.