Amirul Beri "Empat Jempol" ke Bupati Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Anggota DPR RI Amirul Tamim kembali turun ke Kabupaten Buton Tengah (Buteng) melakukan fungsi pengawasan dan evaluasi perkembangan daerah yang mekar 23 Juli 2014 itu untuk menjadi bahan laporannya ke pemerintah pusat, Minggu (7/10).
Pengawasan yang dilakukan kali ini, rupanya bertepatan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintahan Samahuddin-La Ntau (SamaTau) yang baru berjalan setahun lebih. Saat ini tengah dibuka jalan baru dari Desa Wadiabero menuju ibukota Labungkari dan pelebaran jalan poros Lombe-Tolandona.
Dalam proses pelebaran jalan tersebut, senator asal Sultra itu melihat langsung gaya dan pola komunikasi yang dibangun Bupati Buteng H Samahuddin dalam memuluskan program pelebaran jalan saat mengenai pagar rumah warga di Desa Rahia, Kecamatan Gu.
"Rumahnya bagus dan modern dengan pagar tembok yang dipasang besi. Pagarnya harus dibongkar 1,5 meter ke halaman rumah, karena posisinya di kelokan jalan. Tinggal rumah tersebut yang pagarnya belum dibongkar karena pemiliknya masih di perantauan dan setelah ditelpon Kades tidak mau dibongkar," tutur Amirul usai berkeliling bersama bupati.
Ia pun menyaksikan bagaimana bupati menelpon pemilik rumah tersebut berkomunikasi dengan bahasa daerah setempat. "Entah bagaimana cara bupati membujuk pemilik rumah, beberapa menit kemudian mengikhlasnkan pagarnya dibongkar," heran Amirul.
Menurut mantan Walikota Baubau dua periode ini, pendekatan persuasif dan gaya Samahuddin berkomunikasi dengan warga tanpa ada sekat dan menyelesaiakan persoalan langsung di lapangan saat itu juga perlu dicontoh kepala daerah lainnya.
"Saya beri empat jempol kepada Bupati Buteng ini. Dua jempol tangan dan dua jempol kaki, karena saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pola pendekatan yang dilakukannya terhadap masyarakat dalam menyelesaikan masalah," tukasnya.
-
Anggota DPR RI Amirul Tamim dan Bupati Buteng Samahuddin saat meninjau pembukaan jalan dari Desa Wadiabero menuju ibukota Labungkari.
Secara manusiawi, kata dia, siapa yang ikhlas pagarnya yang bagus dan sudah dibangun dengan anggaran tidak sedikit dibongkar seperti itu. "Hanya dengan telepon saja dan menggunakan bahasa daerah, tadinya masalah jadi beres dan tidak ada benturan sama sekali. Semua mengihlaskan pagarnya dibongkar, hanya dengan komunikasi yang mengedepankan rasa kemanusiaan," pungkasnya.
Dalam kujungan kerjanya tersebut, Amirul star dari Baubau sudah ditemani Bupati Samahuddin, Sekab La Ode Hasimin, Kapolsek Gu AKP Suriyadin, Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga.
Mereka dijemput beberapa Kadis di Wamengkoli, kemudian meninjau pembuatan gerbang islami sebagai pintu masuk ke Buteng dari Pelabuhan Wamengkoli. Selanjutnya, melihat jalan pelabuhan kontainer dan pembukaan jalan baru dari Desa Wadiabero menuju ibukota Labungkari sepanjang 7,5 KM dengan lebar 15 meter.
Perjalanan dilanjutkan ke Kecamatan sangia Wambulu melihat usaha peternakan ayam masyarakat Desa Baruta Analalaki dan Desa Baruta. Kemudian mendatangi pertanian Green House tanaman sayur dengan menggunakan metode Hidroponik.
Rombongan kemudian istrahat dan makan siang di Lakudo. Selanjutnya menuju Mawasangka dan singgah melihat wisata permandian Maobu dan wisata Pantai Mutiara. Perjalanan berakhir di Desa Napa, Kecamatan Mawasangka menghadiri acara syukuran peresmian lapangan sepak bola dan pembangunan rumah adat Desa Napa.(uzi)