Berita Terkini
Buteng

Dari Makassar hingga Sumatera Mendaftar CPNS di Buteng

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 9 Oktober 2018 13:58 WIB · 4 menit baca
Dari Makassar hingga Sumatera Mendaftar CPNS di Buteng
Kepadatan terlihat di BKPSDM Buteng saat ratusan para pelamar datang menyetorkan berkasnya

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Mendapat kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan hanya satu-satunya daerah di Sultra yang membuka jurusan Kebidanan, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) akhirnya "diserbu" para pelamar.

Tak hanya dari kabupaten/kota se Sultra saja, dari luar provinsi pun seperti Makassar hingga Sumatera datang menyetorkan berkasnya ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buteng setelah sebelumnya mendaftar secara online melalui portal www.sccn.bkn.go.id.

Serbuan para pelamar tersebut untuk menyetorkan berkasnya mulai terlihat padat, Senin (8/10). Sejak pelayanan dibuka pukul 07.00 wita, para pendaftar sudah terlihat mengantre di depan Kantor BKPSDM. Mereka harus rela berdesak-desakan agar berkasnya diperiksa dan dicocokan dengan aslinya oleh panitia.

Amatan media ini, dari tiga loket yang disiapkan (Tenaga Guru, Kesehatan, Teknis), loket tenaga kesehatan yang paling padat dan membludak. Terpaksa panitia membuka satu loket lagi tenaga kesehatan untuk mengurai kepadatannya.

Menurut pengakukan Sekretaris BKPSDM Kabupaten Buteng La Ance Paulus, sejak awal penyetoran berkas pelamar CPNS dibuka Selasa (2/10), tenaga kesehatan sudah mendominasi. "Sampai pendaftar membludak hari ini, dari tenaga kesehatan yang paling banyak datang menyetorkan berkasnya," ungkapnya ditemui di Kantor BKPSDM, Senin (8/10).

Salah satu faktor penyebab membludaknya pendaftar tenaga kesehatan ini, kata dia, dikarenakan Kabupaten Buteng merupakan satu-satunya daerah di Sultra yang membuka formasi jurusan D-III Kebidanan dengan 25 kuota.

"Disamping itu, Kabupaten Buteng yang paling banyak kuota CPNS-nya dari daerah lainnya di Sultra sampai 500 orang. Kita juga paling banyak membuka tenaga keguruan, utamanya S1 PGSD hingga 171 orang. Sehingga dianggap besar peluangnya untuk lolos seleksi cPNS," bebernya..

Ance menambahkan, data pendaftar online yang terdaftar di BKPSDM Buteng saat ini sebanyak 5.488. Sementara yang baru datang menyetorkan berkasnya per Jumat (5/10), baru sekitar 437 orang. Berarti, masih ada sekitar 5.000 lagi yang akan datang menyetorkan berkasnya.

Namun seiring dengan penutupan pendaftaran online hingga 15 Oktober 2018, jumlah 5.488 tersebut akan terus bertambah. Sementara penyetoran berkas di BKPSDM Buteng sendiri akan ditutup hingga 16 Oktober 2018.

"Semua berkas yang masuk nanti akan kita verifikasi kecocokan datanya antara yang masuk di online dengan berkas fisik yang disetorkan ini. Setelah itu, nantinya akan ada tahapan pengumuman lolos berkas. Mereka yang lolos berkas tersebut nantinya berhak mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT)," jelasnya.

Ditambahkan, Ketua Tim Verifikator BKPSDM Buteng Muh Kasim Kampo, dari hasil verifikasi yang sudah dilakukan pihaknya sudah banyak yang datang dari luar Kabupaten Buteng sendiri. Hampir semua daerah di Sultra sudah datang menyetorkan berkasnya.

Mulai dari daerah tetangga yang terdekat seperti Baubau, Buton, Muna, Muna Barat, Bombana dan Wakatobi. Ada juga dari wilayah daratan seperti Kota Kendari, Konawe Selatan (Konsel), dan Kolaka. Bahkan dari luar Provinsi Sultra seperti Makassar hingga Sumatera.

"Pendaftar dari Sumatera itu datang Jumat kemarin menyetorkan berkasnya pada jurusan tenaga teknis," beber Kasim.

Salah satu pendaftar wanita yang mengaku dari Unaaha, Kabupaten Konawe, ditemui disela-sela menyetorkan berkasnya mengatakan dirinya datang bersama keempat temannya ke Buteng. "Kami mendaftar di tenaga Bidan. Menyeberang dari Baubau tadi pagi dengan menumpang kapal cepat dari Kendari hari minggu kemarin," tuturnya enggan menyebutkan namanya.

Beda juga dengan pendaftar wanita lainnya dari Kabupaten Konsel yang ditemukan wartawan media ini saat makan siang di salah satu rumah makan di Lakudo. Ia ditemani suaminya dan menginap di rumah salah satu keluarganya di Buteng.

"Saya jauh-jauh dari Konsel ke Buteng ini karena banyak menerima tenaga guru SD sampai 171. Di Konsel juga ada, tapi sedikit saja yang diterima. Makanya saya datang ke Buteng ini," akunya.

Kepadatan para pelamar CPNS dari luar daerah tersebut, rupanya memberikan dampak perputaran ekonomi bagi masyarakat setempat. Tak hanya rumah-rumah makan yang ikut dipadati pengunjung yang rata-rata pelamar CPNS, tempat-tempat foto copy di Lakudo pun ikut diserbu untuk memperbanyak lampiran berkas mereka.

Kepadatan kendaraan juga terlihat di depan Kantor BKPSDM dan Satpol-PP. Ratusan motor yang terparkir di sisi kiri kanan jalan kedua kantor tersebut membuat badan jalan menjadi sempit, hingga beberapa kali memacetkan arus lalu lintas. Beruntung banyak anggota Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran yang turun mengatur kelancaran arus lalu lintas.(uzi)