Syukuran Bangun Tribun dan Rumah Adat, Desa Napa Undang Tujuh Desa

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengundang tujuh desa lainnya yang serumpun (Wasilomata) menghadiri syukuran pembangunan tribun sepak bola dan awal pembangunan rumah adat, Minggu (7/10) sore.
Acara syukuran dengan beberapa ritual yang dipusatkan di rumah adat Desa Napa itu, dihadiri Anggota DPR RI Amirul Tamim dan Bupati Buteng H Samahuddin yang kebetulan lewat meninjau pembangunan infrastruktur di beberapa kecamatan dan pembangunan pagar seragam di Desa Napa.
Hadir pula Ketua Rumpun Wasilomata La India yang juga anggota DPRD Buteng, Wakil Ketua DPRD Buteng Muthalib dan anggota DPRD Rusli yang merupakan tokoh adat dalam rumpun Wasilomata tersebut, dan para kepala desa.
Kepala Desa Napa La Mura menuturkan, dalam menggelar syukuran maupun ritual adat lainnya setiap desa yang masuk dalam rumpun Wasilomata berkewajiban mengundang desa-desa lainnya.
"Hari ini Desa Napa syukuran pembangunan tribun sepak bola dan awal pembangunan rumah adat, kita undang tujuh desa lainnya," ungkapnya.
Ketujuh desa lainnya itu yakni Desa Wasilomata I, Desa Wasilomata II, Desa Matara, Desa Wakambangura Induk, Desa Wakambangura II, Desa Kancebungi, Desa Oengkolaki, dan Desa Banga.
Dalam syukuran rumpun tersebut, mereka berembug menambahkan nama Rumpun Wasilomata pada nama lapangan sepak bola Hamid Laguna sebelumnya menjadi lapangan sepak bola Hamid Laguna Rumpun Wasilomata.
"Pembangunan tribun lapangan sepak bola Hamid Laguna Rumpun Wasilomata ini menggunakan dana desa tahun anggaran 2016 sebanyak Rp 170 juta lebih termasuk dengan rehab kantor Desa Napa," bebernya.
La Mura menerangkan, pihaknya membangun tribun tersebut karena antusias masyarakat Desa Napa dan sekitarnya terhadap sepak bola sangat tinggi. Dengan lapangan sepak bola itu, Desa Napa sendiri memilik beberapa ivent sepak bola setiap tahunnya, diantaranya Ramadan Cup, U-35, dan U-40.
"Termasuk event sepak bola dalam Kasebu Cup di Desa Wasilomata Induk kemarin, kedepannya akan dipertandingkan di lapangan sepak bola Hamid Laguna Rumpun Wasilomata, karena lapangan di desa Wasilomata Induk kecil dan tidak bisa lagi menampung penonton yang membludak," paparnya.
Ia berharap, dengan adanya tribun dan perluasan lapangan sepak bola Hamid Laguna Rumpun Wasilomata ini, bibit-bibit para pemain sepak bola Kabupaten Buteng bisa tercetak. Para pemain Desa Napa sendiri sudah membuktikannya dengan menjuarai pertandingan sepak bola se Kecamatan Mawasangka pada event 17 Agustus 2018, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73.
Terkait awal pembangunan rumah adat, dalam syukuran di Desa Napa tersebut para tokoh adat rumpun Wasilomata juga berembug bagaimana model bangunannya nanti dengan tidak merubah bentuk, pemilihan kayunya, dan penambahan luasnya.
"Rumah adat Desa Napa ini merupakan rumah pertama yang dibangun di desa ini. Ini merupakan bangunana sakral dan tempat masyarakat bermusyawarah dan mencetuskan ide, kira-kira apa yang akan dibangun di desa," tuturnya.
Untuk anggaran pembangunannya bersumber dari APBD 2018 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan anggaran Rp 742 juta seluas 12x26 meter. "Bangunannya akan dirombak total dengan ruangan musyawarah, kamar tempat menyimpan alat-alat budaya seperti Kampana'a, dan satu kamar untuk penjaganya," pungkasnya.(uzi)