Pendaftar CPNS Buteng Ujian CAT di Baubau

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Para pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang nantinya dinyatakan lolos berkas, berhak mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) yang berlokasi di SMKN 1 Kota Baubau.
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buteng, Samrin Saerani, ditemui di kantornya, Selasa (9/10).
"Kabupaten Buteng, bersama Buton Selatan (Busel), Buton, Wakatobi, dan Kota Baubau tempat ujian CAT CPNS 2018 dilaksanakan di SMKN 1 Kota Baubau," tandasnya.
Penempatan lokasi CAT empat kabupaten dan satu kota tersebut, kata Samrin, berdasarkan hasil rapat koordinasi para Kepala BKD di BAKN Regional Makassar. Sebelumnya juga sudah ada surat dari
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) masuk kategori menyelenggarakan CAT CPNS pada sekolah yang sukses melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
"Sekolah UNBK yang siap ada di Kota Baubau. BAKN sendiri sudah melakukan survey di tiga sekolah, yakni SMAN 1, SMKN 1, dan SMPN 2. Hasilnya, dipilih SMKN 1 Baubau yang memenuhi syarat dari spec komputer, ruangan, maupun jumlah komputer yang terkoneksi dengan jaringan," bebernya.
Di SMKN 1 Baubau ini, sudah siap 150 unit komputer. Jika taksirannya 10 ribu peserta, bisa dibagi per harinya minimal 750 orang untuk lima sesi. Berarti 10 hari sudah bisa mengikutkan 7.500 peserta. "Tesnya lama, sampai dua minggu lebih," timpal Samrin.
Mantan guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 Baubau ini memastikan, tidak akan terjadi kerja sama para peserta dalam satu ruangan setiap sesinya. Sebab, soalnya sendiri akan diacak dengan beberapa paket soal. Sehingga, walaupun peserta itu duduk berdampingan tidak akan sama soalnya.
"Semakin anda mencoba melihat kerja teman disamping, semakin habis waktunya untuk menjawab soal-soal sendiri. Selain itu, sistimnya juga akan diatur ketika selesai menjawab dan keluar, tidak akan sempat ketemu dengan orang yang baru mau masuk lagi. Kemudian, mereka yang sudah selesai akan dicap tangannya," jelas Samrin.
Demikian juga soal hari pertama dan kedua, dipastikan tidak akan sama walaupun pesertanya dari jurusan yang sama. Hanya saja, soalnya dibuat mirip dan peserta akan sulit mengingat soal yang dikerjakannya karena nomor soalnya banyak.(uzi)