Berita Terkini
Buteng

Amirul Siap Dorong Pengembangan Ternak Ayam Hias

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 15 Oktober 2018 13:42 WIB · 2 menit baca
Amirul Siap Dorong Pengembangan Ternak Ayam Hias
Anggota DPR RI Amirul Tamim dan Bupati Samahuddin mengagumi ayam hias yang ditunjukan pemiliknya di Desa Baruta

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Anggota DPR RI Amirul Tamim mengaku siap mendorong pengembangan peternakan ayam potong dan ayam hias yang diusahakan masyarakat Desa Baruta, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dengan meminta bantuan stake holder di pusat untuk mendapatkan sentuhan modal.

Mantan Walikota Baubau dua periode itu mengaku terdorong untuk memperjuangkannya setelah melihat langsung geliat usaha beberapa masyarakat Baruta untuk meningkatkan pendapatan ekonominya. Menurutnya pemerintah harus hadir di tengah-tengah semangat masyarakat tersebut untuk membantu keterbatasan mereka mengembangkan usahanya.

"Saya pribadi sebagai wakil rakyat Buteng juga di tingkat pusat, akan berupaya menyuarakan keterbatasan pengembangan usaha masyarakat kepada stake holder di pusat. Ada daerah saya punya potensi seperti ini, tapi masih terbatas dari segi modal," ungkap Amirul Tamim saat melakukan kunjungan kerja di Buteng dengan didampingi langsung Bupati Samahuddin, Sekab La Ode Hasimin, dan beberapa Kepala OPD, Minggu (7/10).

Dengan kewenangannya di Komisi XI yang bermitra dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, BUMN, Perbankan dan lembaga lainnya, Amirul berharap mitra kerjanya tersebut dapat menurunkan bantuan modal melalui program-program kerakyatan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Perbankan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari lembaga-lembaga yang ada.

"Saya mengakui keberanian mereka (Peternak Desa Baruta, red) mendapatkan modal dengan pinjaman di Bank sampai Rp 25 juta untuk mengembangkan usahanya. Ini yang harus kita apresiasi dan pemerintah harus hadir memberikan sentuhan-sentuhan melalui program stimulan," tandasnya.

Ia sendiri mengaku tertarik dengan usaha ternak ayam hias yang pangsa pasarnya bukan hanya lokalan, tapi sudah nasional. "Ada ayam kate, ayam kapas, ayam batik, dan berbagai jenis ayam hias lainnya. Baru menetas saja, sudah ada yang pesan dengan harga ratusan hingga diatas Rp 1 jutaan dari luar daerah," bebernya.

Amirul berharap masyarakat Buteng lebih cerdas dan mampu melihat peluang-peluang usaha unik dan langka untuk dikembangkan. Sebab, kelangkaan dan keunikan itu belum dimiliki masyarakat kebanyakan dan tentu saja punya nilai jual serta keuntungan yang tinggi.(uzi)