Bupati Muna Membiayai Honorer K2 yang Ikut Demo di Istana

PUBLIKSATU, MUNA - Honorer Kategori Dua (K2) Kabupaten Muna terus berjuang untuk menjadi PNS. Adanya batasan usia 35 tahun dalam seleksi CPNS tahun ini, tak menyurutkan tekad mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi. Mereka terus mencari dukungan pada Bupati Muna, LM Rusman Emba agar bisa diangkat menjadi PNS.
Dihadapan bupati mereka menyampaikan kekecewaanya terhadap kebijakan pemerintah pusat. Amin, salah seorang honorer mengungkapkan, dengan adanya kebijakan pemerintah pusat itu, telah mencedrai hati honorer K2.
Oleh karenanya, mereka meminta dukungan moril dan finansial pada bupati. Karena 30 Oktober nanti, mereka akan bergabung bersama seluruh honorer se-Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan istana negara.
"Kami sangat membutuhkan dukungan bupati. 30 Oktober kami akan ikut unjuk rasa di depan istana. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, 31 Oktober, seluruh honorer se-Indonesa akan menggelar mogok massal," katanya.
Bupati sangat merespon permintaan tenaga honorer itu. Kalau pemerintah pusat membutuhkan sikap Pemkab, kapan pun dirinya siap.
"Soal honorer K2 ini harus dituntaskan. Tapi ini semua kebijakan pusat. Kami di daerah hanya ikut menjalankan kebijakan pusat," kata Rusman.
Terkait dukungan finansial, bupati siap membantu biaya honorer K2 yang akan ikut demo di istana. Hanya saja, jumlahnya tidak terlalu besar. "Kita akan bantu, disesuaikam dengan kondisi keuangan daerah, " timpalnya. (cr1)