Berita Terkini
Buteng

Buteng Ditunjuk Lokasi TMMD, Bupati Sampaikan Terima Kasih pada TNI

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 16 Oktober 2018 14:42 WIB · 3 menit baca
Buteng Ditunjuk Lokasi TMMD, Bupati Sampaikan Terima Kasih pada TNI
Bupati Buteng H Samahuddin menyerahkan alat kerja Sekop kepada personil TNI pada upacara pembukaan TMMD 103

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada TNI atas ditunjuknya Kabupaten Buteng sebagai lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018.

Pasalnya, sudah banyak yang terbukti di daerah-daerah lain jika kegiatan TMMD sangat membantu aksesibilitas masyarakat dalam pembangunan fisik, fasilitas umum, rumah ibadah, sarana olah raga, pembangunan jalan dan lain-lain.

Belum lagi upaya-upaya pemberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia masyarakat melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan.

“Atas nama kepala daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Buteng, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Danrem 143/HO yang telah menunjuk dan mempercayakan Kabupaten Buteng sebagai sasaran TMMD ke-103," ucap Samahuddin saat memberikan amanat sebagai inspektur upacara pembukaan TMMD di lapangan J Wayong Lombe, Kecamatan Gu, Senin (15/10).

Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini meyakini, kegiatan TMMD yang akan dilaksanakan di daerahnya tersebut akan sangat bermanfaat untuk kemajuan pemerintah daerah dan masyarakat Buton Tengah.

"Saya kira program TMMD selama ini telah banyak membantu tugas pemerintah di daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," cetusnya.

Ia menilai, selama ini TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, serta sumbangan materi dan kebendaan.

Samahuddin juga tidak memungkiri jika dirinya sangat menyukai kegiatan-kegiatan yang berbasis kegotong royongan untuk kemaslahatan sebagaimana yang telah ditunjukan TMMD selama ini.

-

Danrem 143/HO Kolonel Didi Nurhadiman dan Bupati Buteng H Samahuddin meninjau lokasi pembukaan jalan baru TMMD di Labungkari.

“Saatnya kita lanjutkan karya bhakti dan pengabdian pada Ibu Pertiwi. Bersama kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan di negeri ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Danrem 143/HO Kolonel Arm Didi Nurhadiman SIP mengatakan, sasaran kerja dari TMMD sendiri ada dua kegiatan, yakni fisik dan non fisik. Kegiatan fisik diantaranya membuka jalan baru sepanjang 2,6 KM dengan lebar 10 meter, rehab masjid, dan pembuatan deker.

Sementara, kegiatan non fisik berupa kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat, diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaa, radikalisme, HIV/AIDS, Narkoba, dan lain-lain.

"TMMD ke 103 ini dilaksanakan selama 30 hari, dari 15 Oktober sampai 13 November 2018 dengan menurunkan 150 personil. Mereka nantinya akan tinggal di rumah-rumah warga sebagai keluarga asuh. Mereka akan berbaur dan menyatu dengan masyarakat," terangnya.

Didi berharap, dengan kegiatan TMMD ini taraf hidup dan ekonomi masyarakat meningkat dan apa yang dibangun dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Buteng. Kecintaan terhadap tanah air dan bela negara mereka dapat meningkat dengan kehadiran TNI dalam memberikan edukasi, utamanya siswa SMP dan SMA sebagai generasi bangsa.

Ditambahkan Dandim 1413 Buton Letkol Inf Davy Darma Putra, kegiatan fisik pembukaan jalan baru sepanjang 2,6 KM dan lebar 10 meter tersebut dilaksanakan di Labungkari menuju Kelurahan Watulea. Rehab masjid di Desa Mone, sementara pembuatan deker ada dua unit yakni di Desa Mone dan Desa Teluk Lasongko Kecamatan Lakudo.

"Untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan, bukan hanya TNI saja yang laksanakan tetapi melibatkan juga Polri dan instansi terkait. Kita mungkin hanya penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta tanah air," tuturnya.

Sementara penyuluhan radikalisme atau menangkal teroris dari pihak Kepolisian, penyuluhan HIV/AIDS dan kesehatan lainnya dari Dinas Kesehatan, Narkoba dari BNN, penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Dinas Sosial, penyuluhan kependudukan dari Dinas Dikcapil.(uzi)