Berita Terkini
Buteng

Pendaftaran CPNS Ditutup, Pelamar Buteng Capai 8.240 Orang

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 17 Oktober 2018 14:50 WIB · 2 menit baca
Pendaftaran CPNS Ditutup, Pelamar Buteng Capai 8.240 Orang
Samrin Saerani

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara online melalui portal www.sccn.bkn.go.id resmi ditutup 15 Oktober 2018. Untuk Kabupaten Buton Tengah (Buteng) jumlah pelamar yang mendaftar mencapai 8.240 orang.

"Dari total pendaftar tersebut, didominasi tenaga kesehatan sebanyak 4.153, disusul tenaga guru 2.633, dan tenaga teknis 1.454 orang," tulis Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buteng, Samrin Saerani melalui pesan WhatsApp, Selasa (16/10) malam.

Untuk para pendaftar yang sudah menyetorkan berkasnya, BKPSDM Buteng belum selesai menghitung secara keseluruhannya. Namun dari total 8.240 pendaftar tersebut, pihaknya memperkirakan ada sekitar dibawah 50 orang yang tidak datang menyetorkan berkasnya.

"Para pendaftar yang tidak datang menyetorkan berkasnya tersebut, otomatis dinyatakan gugur atau tidak lolos seleksi administrasi. Sehingga, dipastikan mereka tidak bisa mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT)," jelas Samrin.

Pendaftar lainnya yang sudah menyetorkan berkasnya, kata dia, silahkan mengecek di akun pendaftaran SCCN masing-masing. Bila belum ada, berarti masih dalam tahap verifikasi dan menunggu pengumuman resminya.

"Kita upayakan pengumuman resmi kelulusan berkas pendaftar CPNS di Kabupaten Buteng 21 Oktober 2018. Mereka yang dinyatakan lolos berkas, berhak mengikuti ujian CAT yang akan dilaksanakan di SMKN 1 Baubau nantinya," paparnya.

Sebelumnya, Samrin mengatakan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya di BAKN Makassar, ada empat daerah yang akan melaksanakan ujian CAT CPNS di SMKN 1 Baubau, yakni Kota Bauubau, Kabupaten Buteng, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Di SMKN 1 Baubau ini, sudah siap 150 unit komputer. Jika taksirannya 10 ribu peserta, bisa dibagi per harinya minimal 750 orang untuk lima sesi. Berarti 10 hari sudah bisa mengikutkan 7.500 peserta. "Tesnya lama, sampai dua minggu lebih," timpal Samrin.

Mantan guru mata pelajaran matematika di SMPN 2 Baubau ini memastikan, tidak akan terjadi kerja sama para peserta dalam satu ruangan setiap sesinya. Sebab, soalnya sendiri akan diacak dengan beberapa paket soal. Sehingga, walaupun peserta itu duduk berdampingan tidak akan sama soalnya.

"Semakin anda mencoba melihat kerja teman disamping, semakin habis waktunya untuk menjawab soal-soal sendiri. Selain itu, sistimnya juga akan diatur ketika selesai menjawab dan keluar, tidak akan sempat ketemu dengan orang yang baru mau masuk lagi. Kemudian, mereka yang sudah selesai akan dicap tangannya," jelas Samrin.

Demikian juga soal hari pertama dan kedua, dipastikan tidak akan sama walaupun pesertanya dari jurusan yang sama. Hanya saja, soalnya dibuat mirip dan peserta akan sulit mengingat soal yang dikerjakannya karena nomor soalnya banyak.(uzi)