Pendaftar CPNS di Mubar Capai 4.306

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Muna Barat (Mubar) kedepan bakal berlangsung sengit. Pasalnya, jumlah pelamar melalui online hingga batas pendaftaran, 15 Oktober lalu, jauh lebih tinggi dibandingkan kuota yang disiapkan.
Berdasarkan data yang diakses Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mubar, lewat situs sscn.bkn.go.id, jumlah pendaftar mencapai 4.306 pelamar. Sementara kuota yang disiapkan untuk para pencari NIP, khusus di Mubar hanya 361 pelamar.
Tentunya ada sekitar 3.945 orang yang akan dinyatakan gugur alias tidak lulus. Penentu kelulusan mereka adalah nilai pasing grade. "Pendaftaran seleksi CPNS sudah ditutup per 15 Oktober lalu. Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah tidak membuka lagi jalur pendaftaran," ungkap Kepala Bidang Pengembangan SDM Aparatur, BKD Mubar, Hanur Alkadirun.
Meski pendaftaran secara online sudah ditutup, bagi mereka yang sudah mendaftar secara online dan telah melengkapi berkas sesuai persyaratan, BKD masih membuka peluang untuk menyetor berkas secara fisik sampai 20 Oktober nanti.
"Kita masih buka penyetoran berkas secara fisik. Jadi kalau sudah mendaftar secara online, lalu belum menyetorkan berkas secara fisik di BKD, masih ada waktu untuk menyetor. Penyetoran berkas bagi pelamar lewat kantor pos terdekat," ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 4.306 pelamar, yang memasukan berkas secara fisik dan diterima oleh BKD, baru 3.498 orang. Kemungkinan jumlah itu masih akan bertambah, karena dari total pendaftar secara online masih kurang.
"Kita masih tetap tunggu sampai 20 Oktober. Kalau sudah lewat itu tidak bisa lagi. Karena data yang mereka masukan kita verifikasi ulang. Sampai saat ini berkas yang sudah kami verifikasi sudah sekitar 3 ribu lebih," sebutnya.
Berkas yang diverifikasi tersebut lanjutnya, menyangkut kelengkapan berkas sesuai yang dipersyaratkan dalam penerimaan CPNS tahun ini. BKD mencocokan data yang diunggah lewat internet dengan data fisik yang dikirim lewat kantor pos untuk BKD.
"Kita berikan kemudahan mereka. Kalau berkas yang mereka kirim lewat kantor pos masih dianggap kurang, kita hubungi yang bersangkutan via telepon selulernya, agar dilengkap. Karena data yang kita verifikasi ini juga akan ditembuskan ke BKN," jelasnya.
Formasi yang paling banyak diminati oleh pelamar, tenaga pendidik yakni kualifikasi guru mencapai 1.919 pelamar. Disusul tenaga teknis sebanyak 1.340 pelamar. Terakhir tenaga kesehatan sebanyak 1.047 pelamar.
"Kuota masing-masing formasi itu terbatas. Tenaga pendidik hanya disiapkan 148 kursi, tenaga teknis 60 kursi, dan tenaga kesehatan sebanyak 153 kursi. Makanya, perjuangan keras untuk merebut nilai pasing grade. Kelulusan mereka ditentukan nilai pasing grade itu," pungkas Hanur. (p5)