Berita Terkini
Buteng

Buteng Masuk Usulan Program Pamsimas III Tahun 2019

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 24 Oktober 2018 14:57 WIB · 3 menit baca
Buteng Masuk Usulan Program Pamsimas III Tahun 2019
Kabid Cipta Karya PUPR Buteng Muh Jufar bersama Kabid Bappeda Muh Said dan Koordinator Pamsimas Buteng Supardi Achmad

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Untuk mendukung program pemerintah pusat 100 persen air minum, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi (100-0-100), Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Pemkab Buteng) akan memasukan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) III.

Program Pamsimas ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah fasilitas atau kemudahan akses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup nersih dan sehat. Peruntukannya bagi warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan.

Saat ini, Pemkab Buteng sendiri telah membentuk panitia kemitraan (Pakem) dari empat instansi yang disyaratkan program Pamsimas tersebut, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Buteng, Muh Jufar mengatakan untuk mendapatkan bantuan APBN dari Pamsimas ini, maka Pemkab Buteng harus memprogramkan Pamsimas di desanya dengan penganggaran 70 persen dari APBD, 10 persen dari APBDesa, dan 20 persen dari swadaya masyarakat di desa tersebut.

"20 persen swadaya masyarakat ini terdiri dari empat persen dalam bentuk uang tunai dan 16 persen dalam bentuk material atau tenaga," terangnya ditemui di salah satu rumah makan di Lakudo, Senin (22/10).

Jufar menerangkan, jika Permkab Buteng membantu satu desa melalui APBD-nya maksimal Rp 245 juta, maka pemerintah pusat akan membantu empat desa melalui APBN-nya. Kalau Pemkab Buteng membantu dua desa, maka pemerintah pusat delapan desa atau perbandingan satu banding empat.

"Pak bupati sudah menandatangani surat minat terhadap program Pamsimas ini, sehingga launching Pamsimas III untuk 2019-2020 di Bali September lalu, Kabupaten Buteng dan Kabupaten Konawe di Provinsi Sultra masuk dalam program Pamsimas III.

Dalam program Pamsimas 2019 nanti, Pakem menargetkan Pemkab Buteng membantu lima desa, sehingga pemerintah pusat akan membantu 20 desa di Kabupaten Buteng.

Di tempat yang sama, Koordinator Kabupaten Pamsimas III yang ditugaskan di Kabupaten Buteng, Supardi Achmad, menjelaskan dalam RPJMN-nya pemerintah pusat mempunyai program 100-0-100. 100 persen air minum, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi. Target itu hanya bisa dicapai dengan program Pamsimas.

"Pada dasarnya, program Pamsimas ini mendekatkan masyarakat dengan air. Misalkan dulunya jauh mengambil air kita dekatkan dengan membangun sistem. Kalau di desa itu ada mata air akan dibangun penangkaran air, kemudian dialirkan melalui perpipaan ke masyarakat. Tapi tidak disambung langsung ke rumah-rumah, hanya mendekatkan saja dengan jalur pipa induk," paparnya.

Semua kegiatan Pamsimas tersebut, dari perencanaan, pelaksanaan, penyelesaian, dan pengelolaannya nanti semua dananya diswakelolakan kepada masyarakat desa tersebut dan tidak dipihak ketigakan. Kalau sistemnya sudah terbangun, dibentuk lagi kelompok pengelola atau pemeliharaan oleh Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum (KPSPAM) dari masyarakat desa sendiri.

"KPSPAM itulah yang bertanggungjawab mengelola sarana itu setelah dihibahkan pemerintah kepada pemerintah desa. Kalau masyarakat mau ingin mengalirkan air ke rumahnya, silahkan daftar ke pengelolanya. Jadi, konsepnya seperti PDAM mini yang dikelola masyarakat sendiri. Nanti akan ada iurannya juga berapa yang harus dibayar per kubiknya," pungkasnya.(uzi)