Petani Mubar Dapat Bantuan Alsitan

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Para petani di Kabupaten Muna Barat (Mubar), terus keciprat bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Tahun ini melalui Dinas Pertanian (Distan) Mubar, menyalurkan bantuan traktor kepada petani.
Kepala Bidang PSP, Distan Mubar, Harun mengatakan, bantuan traktor itu diserahkan langsung kepada para petani yang tersebar di tujuh kecamatan yakni Tiworo Kepulauan, Lawa, Wadaga, Napano Kusambi, Tiworo Tengah, Tiworo Utara, dan Sawerigadi.
"Tahun 2017 lalu, ada juga bantuan traktor sebanyak 4 unit yang disebar di empat kecamatan yaitu Tiworo Selatan, Maginti, Kusambi, dan Barangka. Sebanyak tujuh kecamatan yang dapat tahun 2018 ini, karena tahun lalu tidak dapat," ungkapnya.
Jadi dari 11 kecamatan yang ada di Mubar, semua sudah kebagian bantuan alat pengarap lahan. Tiap-tiap kecamatan dipegang oleh satu kelompok dan sudah terlatih dari pihak perusahaan pengadaan traktor.
"Jenis traktor yang dibagi antara lain 2 unit merek yopi, dan 5 unit merek clas. Setelah diterima oleh operator dan disaksikan dengan kelompok tani, serta seluruh pejabat daerah langsung dibawah pulang di kecamatan masing-masing," ujarnya.
Terkait teknis pengoperasian kata Harun, dihitung berdasarkan luas lahan yang diolah. Dalam 1 hektar, petani harus membayar sebesar Rp. 1,5 juta. Dana operasional itu dibagi hasil meliputi biaya operator sebanyak 30 persen, bahan bakar 20 persen, biaya mobilisasi 20 persen, dan biaya perawatan 30 persen.
"Kita di Distan menarik biaya perawatan, kemudian diserahkan kepada brigade alsintan atau wadah pertanian Mubar. Dana itu untuk menjaga-jaga, jangan sampai diantara mesin-mesin traktor yang sudah dibagi itu terjadi kerusakan mesin. Karena ada juga namanya operator mekanik, dan ketika diperbaiki butuh biaya," katanya.
Ia berharap dengan hadirnya traktor tersebut dapat membantu masyarakat untuk meningkat produksi pertanian dan menambah luas area pertanian di Mubar, dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang tidak digarap.
"Saya rasa anggaran Rp. 1,5 juta itu tidak terlalu besar dan membebani masyarakat. Sebab, dengan memanfaatkan dana itu mereka bisa membuka lahan seluas 1 hektar, yang berujung pada peningkatan produksi pertanian dan ekonomi masyarakat. Bagi petani yang membutuhkan traktor, tinggal menghubungi operator yang ada ditiap-tiap kecamatan itu," pungkasnya. (p5)