Satgas TMMD Didoakan Ada yang Dapat Jodoh di Buteng
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Satuan Petugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang tinggal di rumah-rumah warga atau keluarga asuh, dinilai sangat menyatu dan membaur dengan baik bersama masyarakat.
Menurut pengakuan istri Kepala Desa Mone Wa Ondi, kehadiran 22 Satgas TMMD di rumahnya dan beberapa rumah warga bukan lagi hanya sebatas keluarga asuh saja, tetapi sudah sebagai keluarga sendiri yang pulang dari rantau.
"Mereka sangat membaur dengan kita seperti keluarga sendiri yang baru pulang dari rantau. Ada kebahagiaan tersendiri dengan kehadiran mereka yang penuh canda tawa. Mudah-mudahan ada diantara mereka ini yang dapat jodoh di sini (Desa Mone, red) supaya tetap tinggal dan menjadi warga Mone," tutur Wa Ondi saat duduk bersama beberapa TNI mengupas jambu mete bersama ibu-ibu lainnya, Senin (22/10) sore.
Ketua TP-PKK Desa Mone ini mengaku, 22 Satgas TMMD yang tinggal satu kompleks di rumahnya dan tiga rumah tetangganya dikumpul dalam satu dapur untuk memasak makanan mereka. Dengan begitu, TNI juga ramai-ramai datang membantu beberapa ibu-ibu yang bertugas memasak di dapur.
"Mereka datang membantu seperti memotong dan membersihkan ikan, mengiris sayur, dan bahkan ada juga yang bisa buka-buka daun kelor dengan lancar. Sehingga kami merasakan tidak kerepotan mempersiapkan makanan mereka, karena mereka sendiri juga yang datang bantu-bantu," bebernya.
Para anggota keluarga asuhnya tersebut, tidak main pilih-pilih menu makanan. Apa yang disiapkan dan dihidangkan keluarga asuh dimakan dengan lahap. "Menu lauk yang kita siapkan itu biasanya ikan Kaparende atau ikan Kapinda. Sayurnya juga kebanyakan sayur bening seperti sayur kelor dengan campuran pepaya atau daun sayur lainnya. akunya.
Prada Iskiya Yarona dari Satuan 725 Woroagi, Kodim 1413 Buton, mengaku bersyukur dengan keramahan yang diberikan masyarakat Desa Mone kepada dirinya dan rekan-rekannya. Pemuda asal Papua itu merasa seperti bercanda dan bersenda gurau dengan keluarganya di Papua.
"Saya senang dengan keramahan mereka, suka bercanda memanggil saya pace. Saya juga suka dengan makanan kampung disini karena di Papua sering juga makan sayur kelor," tutur Pace dengan singkat.(uzi)