Berita Terkini
Muna

66 Pelamar CPNS Muna Barat Gagal Ikut Tes

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 25 Oktober 2018 13:02 WIB · 2 menit baca
Bagikan
66 Pelamar CPNS Muna Barat Gagal Ikut Tes
Rosma Sari La Ute

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah mengumumkan nama-nama pelamar yang dinyatakan lulus administrasi berkas, khusus pelamar CPNS formasi Kabupaten Muna Barat (Mubar).

Dari total 4.306 pendaftar, hanya 4.240 yang dinyatakan memenuhi syarat alias lulus berkas. Berarti terdapat 66 pelamar CPNS yang gugur berkas.

"Berkas pelamar sudah diverifikasi, dan yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi berkas hanya 4.240 yang lulus. Terdapat 66 pelamar yang gugur berkas," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Mubar, Rosma Sari La Ute.

Pelamar yang sudah dinyatakan gugur pada tahap awal ini sudah otomatis tidak dapat mengikuti tahapan seleksi atau tes. "Rata-rata yang gugur berkas itu dengan alasan IPK pelamar tidak memenuhi standar yang disyaratkan. Kemudian, formasi yang dilamar tidak sesuai dengan ijazah," jelasnya.

Kata dia, pada lampiran pengumuman berkas tersebut, sudah diuraikan alasan bagi yang dinyatakan gugur berkas. Hal ini mengantisipasi jangan sampai yang bersangkutan bertanya-tanya. Jadi semua diperjelas dengan alasan-alasan, kenapa sehingga digugurkan berkas mereka.

"Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari perguruan tinggi yang terakreditasi C, minimal 2,6 untuk pendaftar atau pelamar yang berasal dari kabupaten/kota di Sultra, dan IPK 3,0 dari perguruan tinggi di luar Sultra, yang terakreditasi C. Kemudian memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan. Makanya, semua syarat harus sesuai berkas pelamar. Kalau tidak, tentu pasti gugur," katanya.

Bagi mereka yang lulus berkas, tahapan selanjutnya menunggu petunjuk teknis dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Termasuk pemberian nomor tes dan lokasi pelaksanaan seleksi CPNS. Namun, informasi nomor tes atau kartu ujian, akan dikirimkan lewat email masing-masing pelamar, dan tinggal diprint out.

"Mengantisipasi jangan sampai ada peserta siluman atau bukan orangnya langsung yang ikut tes, kita juga akan memegang kartu ujian tiap-tiap peserta. Dalam kartu itu kan ada foto peserta, jadi bisa disesuaikan saat mengikuti tes nanti. Kemudian kita akan stempel kartu setiap peserta ujian," tandasnya.

Terkait dengan fasilitas, pemerintah pusat tentu akan membantu wilayah atau tempat pelaksanaan tes. Kalau kekurangan laptop atau komputer, tentu akan diadakan laptop atau komputer tersebut.

"Peserta sisa menunggu pelaksanaan tes. Jadwalnya itu Panselnas yang tentukan. Yang pastinya kita sudah siap dan menunggu petunjuk selanjutnya dari panitia pusat dan BKN," pungkas Rosma Sari La Ute. (p5)

Bagikan