Camat dan Kades Se-Buteng Ikuti Sosialisasi Pamsimas III
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Camat dan Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengikuti sosialisasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III di aula Kantor Camat Lakudo, Kamis (25/10).
Sosialisasi yang dibuka Bupati Buteng itu, dilaksanakan panitia kemitraan (Pakem) kabupaten dari empat instansi terkait, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Bupati Buteng H Samahuddin dalam sambutannya menjelaskan, Program Pamsimas III akan dilaksanakan (2019-2020) sebagai kelanjutan dari program Pamsimas I dan II (2008-2015), yang merupakan instrumen pelaksanaan dua agenda nasional yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.
"Program Pamsimas III ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan penduduk yang dapat mengakses sarana air minum dan sanitasi yang aman, layak dan berkelanjutan, meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019-2020," terangnya.
Samahuddin mengaskan, Kabupaten Buteng merupakan kabupaten baru dalam program Pamsimas yang baru dimulai 2018 ini untuk pelaksanaan kegiatan 2019. "Olehnya itu, pada hari ini dilaksanakan sosialisasi program Pamsimas III dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada pemerintah dan masyarakat Buteng tentang konsep dan tujuan program Pamsimas serta penjaringan minat desa untuk menjadi desa sasaran program Pamsimas 2019 dalam rangka pencapaian akses air minum dan sanitasi di desa," tuturnya.
Melalui pendekatan berbasis masyarakat, bupati berharap program Pamsismas III ini mampu menghasilkan infrastruktur air minum dan sanitasi berskala kecil dengan biaya relatif rendah serta kualitas konstruksi yang baik. "Harapannya ada kolaborasi yang baik antara pelaku program Pamsimas, mulai tingkat pusat, daerah, kecamatan, dan desa," tukasnya.
Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini mengajak seluruh OPD pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatanb, pemerintah desa, dan masyarakat serta pihak swasta agar dapat bersinergi mengerahkan semua kekuatan untuk mewujudkan visi Buton Tengah 100 persen akses air minum dan sanitasi.
Sebelumnya, Koordinator Kabupaten Pamsimas III yang ditugaskan di Kabupaten Buteng, Supardi Achmad, menjelaskan dalam RPJMN-nya pemerintah pusat mempunyai program 100-0-100. 100 persen air minum, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi. Target itu hanya bisa dicapai dengan program Pamsimas.
"Pada dasarnya, program Pamsimas ini mendekatkan masyarakat dengan air. Misalkan dulunya jauh mengambil air kita dekatkan dengan membangun sistem. Kalau di desa itu ada mata air akan dibangun penangkaran air, kemudian dialirkan melalui perpipaan ke masyarakat. Tapi tidak disambung langsung ke rumah-rumah, hanya mendekatkan saja dengan jalur pipa induk," paparnya.
Semua kegiatan Pamsimas tersebut, dari perencanaan, pelaksanaan, penyelesaian, dan pengelolaannya nanti semua dananya diswakelolakan kepada masyarakat desa tersebut dan tidak dipihak ketigakan. Kalau sistemnya sudah terbangun, dibentuk lagi kelompok pengelola atau pemeliharaan oleh Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum (KPSPAM) dari masyarakat desa sendiri.
"KPSPAM itulah yang bertanggungjawab mengelola sarana itu setelah dihibahkan pemerintah kepada pemerintah desa. Kalau masyarakat mau ingin mengalirkan air ke rumahnya, silahkan daftar ke pengelolanya. Jadi, konsepnya seperti PDAM mini yang dikelola masyarakat sendiri. Nanti akan ada iurannya juga berapa yang harus dibayar per kubiknya," pungkasnya.(uzi)