Peringati HSP, Wabup La Ntau Ingatkan Jangan Ada Kubu-Kubuan di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90, Wakil Bupati (Wabup) Buton Tengah (Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau mengajak semua pemuda dan masyarakat untuk bersatu bersama pemerintah dalam mengawal dan membangun daerah. Jangan menciptakan kubu-kubuan yang bisa memicu perpecahan dan kehancuran bagi daerah.
Harapan dan pesan mendalam itu ditegaskannya dalam sesi wawancara dengan rekan-rekan media usai memimpin upacara peringatan HSP di halaman kantor bupati, Selasa (30/10) pagi.
"Pesan dan harapan saya kepada pemuda, masyarakat, dan struktur pemerintahan di Buteng ini untuk selalu bersatu dan tanpa perpecahan. Khususnya pemuda agar berkontribusi mengawal pembangunan, karena tanpa peran pemuda kita juga tidak bisa apa-apa," tandasnya.
Maka itu, pemuda Buteng harus seiring dan sejalan dengan pemerintah. Pemerintah harus bisa mendekati pemuda dan pemuda juga harus merapat ke pemerintah, supaya semua bisa berjalan dengan baik dan tidak saling menyalahkan. "Kalau sudah saling menyalahkan, pembangunan apa saja tidak akan jadi," tukasnya.
Pasangan Samahuddin ini menekankan agar tidak ada kubu-kubuan di Buteng, karena itu tidak bagus. Menurutnya, kalau sudah ada kubu-kubuan, jelas pemerintahan dan roda organisasi tidak akan berjalan dengan baik, baik itu di organisasi Kepemudaan maupun di organisasi pemerintahan.
"Jangan ciptakan kubu-kubuan di tubuh bupati dan wakil bupati. Kalau sudah seperti itu, maka tinggal tunggu saja kehancuran daerah ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, upacara peringatan HSP ke-90 tingkat Kabupaten Buteng tersebut dipimpin langsung Wabup La Ntau dan dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Buteng Ny Nuraida La Ntau, Sekab Buteng La Ode Hasimin, anggota DPRD Rusli mewakili pimpinan DPRD, Ketua Bawaslu Buteng Helius Udaya, Wakapolsek Lakudo Ipda Masuddin, Para Kepala OPD dan jajarannya, camat, lurah dan kades.
Selaku inspektur upacara, Wabup La Ntau dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi. Selain upacara penaikan bendera merah putih, puncak upacara dibacakan pula Kongres Pemuda oleh Ketua KNPI Buteng La Ode Abdul Salam diikuti para pelajar yang mengenakan pakaian adat suku-suku bangsa dari Aceh sampai Papua.(uzi)