Berita Terkini
Buteng

Turun Bersama, SamaTau dan DPRD Berhasil Bebaskan Tanah Bundaran Labungkari

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 31 Oktober 2018 14:41 WIB · 3 menit baca
Turun Bersama, SamaTau dan DPRD Berhasil Bebaskan Tanah Bundaran Labungkari
SamaTau dan Ketua DPRD Adam bersama pemilik lahan Wa Ode Hidali unjuk jempol setelah sepakat bebaskan lahannya di Labungkari

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pembangunan talud yang dikerjakan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di titik nol pembukaan jalan Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera), menemui kendala saat hendak diperluas untuk menjadi kawasan bundaran Labungkari.

Warga pemilik lahan Wa Ode Hidali (60) datang menghentikan para Satgas TMMD ketika memulai pembuatan talud jalan yang sudah memasuki hampir setengah dari luas lahannya ke arah Desa Teluk Lasongko tiga hari lalu.

Tiga hari Satgas TMMD tidak bisa bekerja, akhirnya Danramil Gu Kapten Infanteri Usman melaporkan terhambatnya pekerjaan mereka tersebut kepada Bupati dan wakil Bupati Buteng Samahuddin-La Ntau (SamaTau) yang sementara melarang penggalian tiang listrik di pinggir jalan Lakudo. Harusnya digali lima meter ke dalam pagar, karena akan ada pelebaran jalan nantinya.

Setelah mendapat laporan dari Danramil Gu tersebut, kedua pucuk pimpinan Kabupaten Buteng itu memutuskan turun lapangan. Tak lupa keduanya menghubungi Ketua DPRD Adam untuk turun bersama ke lapangan diikuti anggota DPRD Tasman dan Rusli yang sebelumnya ikut upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 di halaman kantor bupati.

Setibanya di Labungkari, SamaTau dan DPRD disambut Camat Gu Amir, Camat Lakudo Usman, Lurah Watulea Muksin, dan para Satgas TMMD. Setelah melihat lokasinya, SamaTau meminta Danramil untuk menghubungi pemilik lahan untuk diajak berdiskusi secara persuasif.

Setengah jam kemudian pemilik lahan Wa Ode Hidali bersama menantunya tiba di lokasi. Ia menjelaskan, tanah yang menjadi perluasan jalan bundaran Labungkari tersebut dulunya dibeli almarhum suaminya Heri Kolowae yang merupakan anggota TNI.

Setelah berbicara secara persuasif dan dari hati ke hati dengan bupati, Wa Ode Hidali pun melunak dan mengikhlaskan sebagian lahannya tersebut menjadi perluasan bundaran Labungkari. "Kalau ketemu seperti ini kan bagus, bisa bicara dan minta baik-baik. Kemarin itu tidak ada yang mau datang temui saya dulu," katanya.

Ia hanya meminta, kompensasi timbunan jalan masuk ke rumahnya disamping kediaman Wakil Bupati Buteng di Lombe. Mendengar permintaan itu, Ketua DPRD menyanggupi lima ret dan Camat Gu dua ret. Sementara kekurangannya menjadi tanggungjawab bersama SamaTau.

"Terima kasih atas keikhlasan ibu atas sebagian tanahnya untuk pembangunan perluasan jalan bundaran di labungkari ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi almarhum karena tanahnya dipakai untuk kepentingan umum," ucap bupati.

Dandim 1413 Buton Letkol Inf Davy Darma Putra yang datang belakangan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD dalam mempermudah kerja Satgas TMMD menyelesaikan pekerjaannya membuat talud jalan di titik nol pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea.

"Tinggal di titik nol Labungkari ini saja yang berat. Kalau diatas sudah tembus ke titik finish yang menuju Lakapera itu. Mudah-mudahan sudah selesai sebelum penutupan TMMD, sehingga pasca upacara penutupan sudah bisa langsung diresmikan," tuturnya.

Untuk diketahui, pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea yang dikerjakan TMMD tersebut sepanjang 2,6 KM tembus simpangan menuju ke Lakapera (Jalan lama ke Mawasangka) dengan lebar 15 meter.(uzi)