Berita Terkini
Muna

Pemkab Mubar Ajukan 500 Sambungan Listrik Gratis

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 2 November 2018 13:38 WIB · 2 menit baca
Pemkab Mubar Ajukan 500 Sambungan Listrik Gratis
Amirudin

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) terus dicurahkan kepada warga yang kurang mampu. Segala kekurangan yang dimiliki masyarakat diupayakan agar bisa terpenuhi. Salah satunya adalah pengadaan listrik.

Tahun 2019 nanti, Pemkab mengajukan 500 sambungan listrik untuk dianggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Mubar. Itupun, 500 sambungan tersebut dianggap masih kurang alias belum memenuhi seluruh warga yang belum memiliki aliran listrik.

"Kita terus mengusul pengadaan sambungan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik. Karena masih banyak warga yang belum memiliki aliran listrik," ungkap Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setkab Mubar, Ir. Amirudin.

Kata Amirudin, usulan tersebut sudah diajukan dan tinggal menunggu pembahasan, apakah bisa disetujui atau tidak. Permohonan pengadaan sambungan listrik bukan hanya inisiatif dari Pemkab Mubar, melainkan ada beberapa masyarakat yang minta.

"Permintaan pengadaan listrik ini bukan hanya kita yang inginkan. Tetapi banyak masyarakat yang mengeluh untuk dibantu. Mereka terus menunggu program pemberian bantuan sambungan listrik secara gratis dari pemerintah," katanya.

Seharusnya lanjut dia, para kepala desa (Kades) juga harus berpartisipasi aktif untuk mengusulkan kebutuhan primer masyarakat itu, melalui musyawarah pembangunan (Musrembang). Namun selama ini hanya sebagian saja Kades yang minta.

"Para Kades juga seharusnya meminta bantuan sambungan listrik untuk masyarakat melalui Musrembang. Sebab, sangat diharapkan bagi warga kita yang kurang mampu. Disamping itu, untuk mendukung ekonomi rakyat agar lebih kuat," ujarnya.

Untuk meloloskan permohonan bantuan sambungan listrik tersebut, Amirudin mengharapkan dukungan dari para Kades agar mendorong program ini ketika pembahasan di tingkat DPRD Mubar. Termasuk para camat, harus mampu melihat keluhan masyarakat terkait krisis listrik ini.

"Sampai saat ini masih banyak warga kita yang belum merasakan sentuhan listrik. Sebenarnya setiap tahun kita usulkan, hanya saja selalu dibatasi dan paling banyak 10-15 sambungan yang disetujui. Sehingga belum mengakomodir seluruh masyarakat kita. Mudah-mudahan tahuh depan bisa meningkat," harapnya. (p5)