Bupati Buteng Harap Pembukaan Jalan Baru TMMD Selesai Sesuai Target
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Melihat progres kerja Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 dalam menyelesaikan pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera) sudah mencapai 70 persen, Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin berharap dapat selesai sesuai target.
Dengan begitu, pembukaan jalan baru sepanjang 2.600 meter dengan lebar 15 meter itu langsung bisa diresmikan pasca upacara penutupan TMMD ke-103 di Kabupaten Buteng, 13 November 2018.
"Setelah kita tinjau bersama Dandim 1413 Buton tadi, saya melihat progres pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea (Simpangan Lakapera) yang dikerjakan Satgas TMMD sudah mencapai 70 persen. Semoga selesai seperti yang ditargetkan sebelum penutupan TMMD," ungkap Samahuddin ditemui usai melakukan penijauan, Rabu (31/10).
Saat ini, dari titik nol Labungkari sampai titik akhir di simpangan Lakapera sudah tembus dan sebagian besar sudah rata. Tinggal penyelesaian talud di titik nol Labungkari, karena dari awal kerja titik tersebut merupakan medan terberat.
"Disitu merupakan jurang dan melewati bukit batu cadas yang harus dibelah dan dibrekel. Kemudian jurangnya diisi dengan batu-batu besar dan ditimbun. Sekarang tinggal dibuatkan talud, supaya tidak mudah longsor," bebernya.
Orang nomor satu di Buteng ini menuturkan, Pemkab Buteng sengaja membuka jalan baru tersebut dengan memanfaatkan program TMMD ke-103 untuk membantu mempermudah kelancaran dan memperpendek jalan provinsi Labungkari-Lombe yang sudah mulai padat di area Pasar Lombe.
"Jalan ini sengaja kita buka untuk membantu dan memudahkan akses jalan provinsi dari simpangan Labungkari menuju Lombe, karena di Lombe sendiri sudah padat. Utamanya jalan yang melewati pasar Lombe. Sehingga dengan kondisi itu, kita buka jalur alternatif dari Labungkari menuju Watulea di simpangan Lakapera yang dikerjakan Satgas TMMD," jelasnya.
Bupati berharap, pemerintah provinsi dalam mengaspal jalan provinsi di Kabupaten Buteng agar mengikuti lebar jalan Buteng yang rata-rata 10 sampai 15 meter. Pasalnya, jalan provinsi di Kabupaten Buteng (Lakapera-Wamengkoli) yang sudah diaspal tahun lalu masih sangat sempit dan rawan kecelakaan lalu lintas.
Sebelumnya, Dandim 1413 Buton Letkol Infanteri Davy Darma Putra menerangkan program TMMD ke-103 di Kabupaten Buteng dilaksanakan selama 30 hari, dimulai pembukaan 15 Oktober dan akan berakhir 13 November 2018.
Selama sebulan tersebut, sasaran TMMD adalah kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik berupa pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea Simpangan Lakapera, rehab masjid di Desa Mone, dan pembuatan deker di Desa Mone dan Desa Teluk Lasongko.
"Khusus pembukaan jalan baru Labungkari-Watulea kita mulai dengan Pra TMMD dimulai 1 Oktober 2018. Hal ini kita lakukan supaya bisa selesai sesuai target sebelum upacara penutupan. Sebab, kalau dimulai dikerjakan saat pembukaan, dikhawatirkan tidak akan selesai 100 persen saat TMMD ditutup," papar Davy.
Sementara untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan. Kegiatan ini bukan hanya TNI saja yang laksanakan tetapi melibatkan juga Polri dan instansi terkait. "Kita (TNI) mungkin hanya penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta tanah air," tukasnya.
Sementara penyuluhan radikalisme atau menangkal teroris dari pihak Kepolisian, penyuluhan HIV/AIDS dan kesehatan lainnya dari Dinas Kesehatan, Narkoba dari BNN, penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Dinas Sosial, penyuluhan kependudukan dari Dinas Dukcapil.(uzi)