Muna

Rest Area Sungai Tiworo Dipoles jadi Destinasi Wisata

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 7 November 2018 15:55 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Rest Area Sungai Tiworo Dipoles jadi Destinasi Wisata
irjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Sarifuddin Udu dan Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada, menandatangani prasasti peresmian rest area Selat Tiworo

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) terus menyajikan tempat-tempat wisata untuk masyarakat. Selasa (6/11), salah satu area wisata diresmihkan. Rest Area Sungai Tiworo, yang terletak di Kelurahan Waumere, Kecamatan Tiworo Kepulauan itu, sudah bisa dimanfaatkan oleh para peminat wisata.

Dirjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sarifuddin Udu, dan Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada, meresmihkan rest area sungai Tiworo tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sarifuddin Udu, memuji pembangunan Mubar yang begitu cepat. Katanya, di bawah kepemimpinan LM Rajiun Tumada, Mubar maju pesat. Pembangunan infrastruktur dasar begitu nampak.

"Mubar ini walaupun usianya masih tergolong muda, tetapi kemajuannya sangat luar biasa. Bukan hanya kebutuhan fisik yang dijawab, kebutuhan psikis masyarakat pun sudah dijawab dengan Pemkab Mubar," katanya.

Menurut dia, pembagunan tempat wisata merupakan kebutuhan psikis. Dan itu sangat diperlukan bagi daerah guna menopang ekonomi rakyat. Sebab, di lokasi-lokasi wisata banyak khas kuliner daerah yang diperjualbelikan.

"Saya minta kepada masyarakat untuk mendorong giat pembangunan Pemkab Mubar. Pembangunan rest area ini bagian dari kebutuhan semua kalangan. Kalau capek bekerja bisa beristirahat di tempat seperti ini. Apalagi alamnya memberikan kesejukan," ujarnya.

Sementara Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada mengatakan, desain pembangunan rest area selat Tiworo pada dasarnya mengamankan tebing Sungai Kambara. Karena saat musim hujan selalu terkikis aliran air dan mengancam kerusakan jalan. Tetapi melihat ruangan yang cukup bagus, sehingga dilanjutkan menjadi salah satu tempat wisata di Mubar.

"Memang ini visi-misi kami dalam rangka pengamanan terjadinya gesekan sungai akibat kikisan air. Kemudian dimanfaatkan menjadi destinasi wisata atau tempat peristirahatan," terangnya.

Ke depan lanjutnya, akan dibuka lokasi kuliner dengan melibatkan masyarakat di sekitar sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia telah menginstruksikan Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk membangun lapak-lapak kuliner.

"Ruang seperti ini banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Ini pemicu agar daerah kita lebih maju. Kita harapkan Tiworo sebagai pilot projek untuk sebuah kota. Tempat ini kita perlu lakukan pengamanan bersama. Biasanya fasilitas yang ada didalam rest area ini tidak bertahan lama dan cepat rusak. Makanya kita harus jaga bersama, utamanya lampu," pungkas Rajiun. (p5)

Bagikan