Angkutan Umum dan Pedagang Direlokasi Dari Terminal Laino

PUBLIKSATU, MUNA - Kondisi terminal Laino sangat memprihatinkan. Sudah beberapa tahun, terminal itu tidak digunakan dikarenakan, di dalam terminal ditempati para pedagang. Buntutnya, angkutan umum terpaksa harus parkir menunggu penumpang di depan pintu masuk terminal. Bahkan ada juga yang ngetem dibeberapa terminal bayangan.
Dipenghujung tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Muna mendapat kuncuran anggaran untuk merehabilitasi terminal. Jumlahnya memang tidak terlalu besar yakni Rp 300 juta yang sumbernya dari APBD-P. Anggaran tersebut hanya cukup untuk pengerasan di area parkir ditambah pembuatan drainase.
Pekerjaan akan segera dimulai. Makanya, terminal mulai dikosongkan. Untuk sementara terminal direlokasi diarea parkir pasar Laino. "Untuk sementara saja direlokasi. Begitu pekerjaan selesai di Bulan Desember, akan dikembalikan lagi," kata La Ode Nifaki Toe, Plt Kadishub.
Ia memastikan tahun 2019 nanti, terminal akan dirampungkan. Sehingga tidak akan ada lagi angkutan umum yang ngetem diterminal bayangan.
"Kita optimalkan, karena terminal ini merupakan sumber PAD. Selama ini, retribusi banyak tidak ditarik. Karena itu tadi, banyak kendaraaan yang tidak masuk di terminal," ungkapnya.
Bilamana nantinya, seluruh sarana dan prasarana telah memadai, tidak ada alasan bagi angkutan untuk tidak masuk diterminal. Bila ditemukan masih ada kendaraan yang parkir menunggu penumpang diterminal bayangan seperti depan SMP 2, Mangga Kuning dan Warangga, pihaknya akan memberi sanksi tegas. "Kita akan tindaki," tegasnya.
Sementara para pedagang yang berjualan di terminal tidak keberatan ikut direlokasi dibagian belakang pasar. Toh, lokasinya juga berdekatan dengan terminal sememtara. "Mereka tidak keberatan, karena hanya sementara," singkat La Taha, Plt Kadis Perindag. (cr1)