Sultra

Yasin Welson Lajaha Kritisi Kelas Pelayanan Rumah Sakit

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 13 November 2018 13:21 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Yasin Welson Lajaha Kritisi Kelas Pelayanan Rumah Sakit
Anggota DPD RI, Yasin Welson Lajaha

PUBLIKSATU, BAUBAU - Anggota DPD RI, Yasin Welson Lajaha (YWL) menyoroti sistem pelayanan yang diterapkan kebanyakan Rumah Sakit (RS) di nusantara. Senator Senayan utusan Sulawesi Tenggara (Sultra) ini merasa sedih ada sekat kelas tehadap pasien.

Anggota Komite IV DPD RI ini menilai penerapan kelas-kelas di RS itu makin menampakkan adanya jurang pelayanan kesehatan antara masyarakat kecil, menengah dan atas. Buntutnya, rakyat kecil terkesan hanya mendapat pelayanan seadanya.

"Rumah Sakit itu harusnya tidak boleh punya kelas I, II, III dan VIP. Sedih rasanya melihat masyarakat kecil hanya mendapat pelayanan di bangsal yang isinya 60 orang. Sementara, orang berduit menikmati pelayanan maksimal di kelas VIP," ujar Yasin di salah satu warung kopi, Minggu (11/11).

Menurut dia, kelas pelayanan di RS itu menunjukkan tidak adanya keadilan sosial. Keadilan yang digembar-gemborkan dalam falsafah Pancasila tidak diterapkan di kehidupan nyata.

"Harusnya kelas itu hanya untuk jenis jenis penyakit ringan, sedang atau berat. Karena yang sakit ini bukan jabatan, tapi manusianya. Jadi harusnya semua mendapat pelayanan yang sama," tandas Wakil Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI ini.

Anggota Panitia Musyawarah (Panmus) DPD RI lantas menceritakan pengalaman pribadinya sebagai pasien di salah satu RS di Kota Makassar. Saat itu, dirinya yang belum menjadi Senator dirawat di satu ruang bangsal bersama 59 pasien lainnya. "Dokternya hanya datang periksa satu persatu dada (pakai stetoskop) pasien, setelah itu selesai," imbuhnya.

Keadaan berbeda, saat dirinya sudah menjadi anggota DPD RI. Ketika istrinya dirawat di salah satu RS di Jakarta, hanya dengan menunjukkan sebuah kartu asuransi dari negara yang diberikan kepada Senator, sang istri langsung mendapatkan pelayanan mewah.

"Hanya kasih lihat jasa Indonesia (Jasindo), wah langsung istri saya langsung mendapatkan pelayanan dari tiga dokter dan pemeriksaan secara detail. Perlakuan ini sungguh jauh sekali dengan yang saya alami ketika belum menjadi anggota DPD RI," ungkapnya.

Yasin menambahkan, masalah kelas pelayanan di RS itu pernah dilempar ke sebuah forum resmi DPD RI dengan harapan menjadi perhatian para pemangku kebijakan. "Awalnya teman-teman menganggap biasa, tapi setelah saya jelaskan seperti itu, mereka langsung mendukung," pungkasnya.(exa)

Bagikan