Fardan Lakare: Tak Ada Kontes LGBT di Kendari!
Bagikan

PUBLIKSATU.CO — Rahman Anshar atau biasa dikenal Fardan Lakare langsung bereaksi keras. Dia menegaskan, tak pernah berencana membuat kontes lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT) di Kota Kendari. Bahkan, sama sekali tidak terlintas dalam benaknya menggelar acara “penyakit” masyarakat tersebut.
“Itu fitnah. Saya dizalimi. Saya sudah laporkan ke Polisi,” ungkap Fardan Lakare saat dihubungi, Jumat (15/11).
Fardan tak menampik kalau wacana kontes LGBT di Kota Kendari menyebar melalui akun facebook bernama Rahman Anshar. Hanya saja, Fardan memastikan bukan dirinya yang memposting foto dan informasi tersebut. Sebab, dua tahun terakhir, akun facebooknya bernama Rahman Anshar telah diretas (di hack). Masalah ini dia sudah laporkan ke Polisi.
“Tahun 2016 saya laporkan ke Polda Metro Jaya. Tahun 2017, saya laporkan lagi ke Polda Sultra. Namun, hingga kini belum ada tindaklanjut,” jelas pria yang kesehariannya di Dinas Air Mineral dan Bina Marga Provinsi Sultra.
Dia berharap, masyarakat tidak lagi mempolemikkan hal itu. Sebab, dirinya hanya korban dan terzalimi. “Sekali lagi, saya tegaskan. Itu tidak benar. Semua informasi (kontes LGBT) hoax. Bukan saya. Ada yang hack akun saya. Mereka ingin menghancurkan usaha dan karierku,” tegasnya.
Menurutnya, akibat peristiwa tersebut dirinya menjadi bulan-bulanan. Cacian dan makian hampir setiap saat didapatkan.
Baik saat ketemu langsung kawan, kolega maupun melalui sambungan telepon. Malah tidak sedikit memberikan ancaman pembunuhan. “Setelah informasi ini merebak, hidupku selalu gelisah. Dapat ancaman di mana-mana,” jelasnya.
Tak hanya itu, brand Kameko yang menjadi bisnisnya pernah didatangi oleh forum tertentu. Dia berharap, dengan dirinya melaporkan ke pihak kepolisian sehingga bisa menuntaskan masalah ini.
“Hanya belakangan ini, ada oknum yang meminta duit untuk menuntaskan persoalan tersebut,” imbuhnya tanpa menjelaskan lebih jauh siap oknum dimaksud. (b/wan)
