Pansus Hanya Gertak Sambal, Mahmud: Kita di Komisi II Serius

PUBLIKSATU, MUNA - Rencana DPRD Muna membentuk Panitia Khusus (Pansus) penimbunan laut Motewe dinilai hanya gertak sambal untuk menakut-nakuti Pemkab. Buktinya hingga saat ini belum ada langkah-langkah yang dilakukan dewan. Sebagian besar para wakil rakyat terlihat diam kendati rekomendasi penghentian mega proyek tidak diindahkan oleh Pemkab.
Mahmud, Anggota Komisi II menerangkan bahwa, di komisinya sangat serius mendorong pembentukan Pansus itu. Langkah yang sudah dilakukan adalah pimpinan dewan telah meminta jawaban Bupati, LM Rusman Emba terkait kelengkapan dokumen pengerjaan mega proyek yang telah menelan anggaran sebesar Rp 30 M itu. Namun, lagi-lagi bupati belum memberikan jawaban dari surat pimpinan dewan. Infonya, sekda yang akan jawab, tapi saat ini belum ada juga.
"Kita masih menunggu jawaban dari Pemkab. Untuk pembentukan Pansus, kami di Komisi II sangat serius," kata anggota DPRD tiga periode itu.
Menurut politisi PDI-P itu pembentukan Pansus sangat penting agar semuanya jelas, mengingat anggaran reklamasi pantai itu sama-sama disepakati oleh Pemkab dan dewan. Komisi II sendiri sudah memegang data awal terkait proyek reklamasi pantai Motewe itu. Dari hasil konsultasi dibeberapa instansi terkait bahwa proyek itu belum mengantongi dokumen lingkungan sejak ditimbun tahun 2017 lalu. Hal lain adalah pekerjaan tersebut tidak termuat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Kita berharap semoga tidak ada masalah, " tukasnya. (cr1)