Sultra

Penataan Mari Mabuk di Wakatobi Habiskan Rp 1,7 Miliar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 26 November 2018 13:06 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Penataan Mari Mabuk di Wakatobi Habiskan Rp 1,7 Miliar
Ilustrasi

PUBLIKSATU, WAKATOBI — Satu lagi objek wisata di Kabupaten Wakatobi yang dapat menjadi salah satu pilihan kunjungan. Destinasi itu bernama Mari Mabuk di Kecamatan Tomia. Saat ini, penataannya sedang dilakukan dan ditarget tuntas akhir November ini.

Objek wisata Mari Mabuk tersebut dibangun melalui alokasi dana khusus (DAK) tahun 2018 dan menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar.

Meski masih dalam tahap pekerjaan, objek wisata yang lokasinya berada di atas tebing tersebut sudah banyak dikunjungi warga sekitar. Padalah para pekerja dan pengawas memasang papan larangan masuk bagi masyarakat yang tidak berkepentingan.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Mengingat kehadiran masyarakat di lokasi wisata yang berada di Kelurahan Waha ini belum tuntas dikerjakan. Sehingga berpotensi merusak spot-spot yang nyaris rampung dibangun.

PPK proyek objek wisata Mari Mabuk, Kaslan, mengungkapkan anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut melalui DAK Wakatobi. Tahun ini, Wakatobi mendapat jatah dana pariwisata tertinggi di seluruh Indonesia senilai Rp 13 miliar.

“Iya pembangunan objek wisata Mari Mabuk di Tomia menggunakan DAK. Pekerjaannya tidak lama lagi akan selesai,” paparnya sebagaimana diberitakan di kendaripos.com, Jumat (23/11).

Kendati demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada kontakotor pekerjaan terkait sering masuknya masyarakat ke sekitar ke lokasi.

Selain masyarakat lokal ada juga beberapa turis asing yang masuk ke objek yang tak jauh dari SMAN 1 Tomia tersebut.

Sekadar diketahui, proyek uang dikerjakan pada September ini menyediakan tiga spot untuk berswafoto dengan tulisan “I Love You”, pagar bambu yang ditata rapi dan indah serta pagar yang dibuat mirip pensil warna hingga lima unit gazebo. Panjang wisata Mari Mabuk sekitar 400 meter. (kp)

Bagikan