Sultra

Dinas Pertanian Konkep Galakan Program Demplot

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 27 November 2018 23:04 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Dinas Pertanian Konkep Galakan Program Demplot

PUBLIKSATU, KONAWE KEPULAUAN - Dinas Pertanian Kabupaten Konkep giat melakukan program kegiatan demontrasi plot (Demplot) di setiap kecamatan. Tujuan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan pengetahuan dan metode teknologi cara melakukan budidaya tanaman melalui cara polibeg yang efektif dan efisien untuk mendukung pertanian yang lebih maju dimasa mendatang.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konkep, H Muh Tharir kepada media ini.

Dikatakan ke depan pemanfaatan lahan tidur termasuk pekarangan pemukiman masyarakat harus ditingkatkan untuk melakukan pengembangan komoditi tertentu baik jangka panjang maupun jangka pendek seperti berbagai tanaman sayuran.

"Kita harapkan lahan tidur dan pekarangan masyarakat ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan pendapatan petani yang lebih sejahtera," kata H Muh Tharir.

Pihaknya berharap seluruh PPL agar melakukan kegiatan indentifikasi potensi pertanian yang ada di desa termasuk membantu petani untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usahatani pedesaan.

"Kita berharap PPL dapat mendampingi petani untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanian yang ada di desa, baik memberikan pembinaan metode teknologi maupun mengindentifikasi peluang dan potensi pertanian yang bisa dikembangkan di desa dan kecamatan," harapnya.

Selain menggalakan kegiatan demplot kecamatan Dinas Pertanaian juga melakukan pematauan kegiatan pengolahan sawah yang ada di Wawonii Selatan, Utara dan Timur. Sebab hal tersebut kata H Muh Tharir merupakan target pokok pemerintah untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan lokal di Kabupaten Konkep.

"Kita berharap tahun ini produktifitas lahan sawah dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Ini penting untuk didorong lebih maksimal agar bisa terpenuhi target swasembada pangan lokal di Kabupaten Konkep," jelas H Muh Thariri. (P4)

Bagikan