Dinas PU Mubar Surati Kontraktor yang Tak Pasang Papan Nama Proyek
Bagikan

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Pekerjaan proyek di Kabupaten Muna Barat (Mubar) ternyata banyak yang tidak memiliki papan nama proyek. Tidak diketahui apa alasannya para kontraktor enggan memasang papan nama pada setiap lokasi proyek. Namun, ada beberapa pekerjaan yang tidak memiliki identitas.
Namun tindakan yang dilakukan para kontraktor itu tidak terlepas dari pantauan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mubar. Melalui Bidang Cipta Karya, mengaku telah melayangkan surat teguran kepada kontraktor yang tidak memasang papan nama proyek. Utamanya pekerjaan yang melekat di Bidang Cipta Karya.
"Kita sudah sampaikan kepada kontraktor untuk melengkapi seluruh administrasi pekerjaan termasuk pemasangan papan nama proyek. Kalau masih ada rekanan yang belum memasang itu, kita akan layangkan lagi surat. Supaya dipasang papan nama proyek," ungkap Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PU Mubar, Bahar Budiman.
Berdasarkan pantauan media ini, bukan hanya pekerjaan jembatan di Desa Marobea yang tidak memiliki papan proyek. Pekerjaan tugu di Desa Laworo, Kecamatan Sawerigadi, juga terlihat tidak ada papan nama proyeknya.
"Pekerjaan tugu tahun ini hanya dua yakni tugu di Desa Lantaito dan tugu di Desa Laworo. Kalau proyek di Desa Lantaito ada papan namanya. Kalau di Desa Laworo, saya belum pastikan. Tapi kalau belum ada papan namanya, nanti kita sampaikan kepada pemilik proyek itu," ujarnya.
Ia mengaku, bahwa tidak ada pekerjaan proyek di Mubar yang tidak jelas. Hanya saja ada kelalaian dari kontraktor, sehingga lupa memasang papan proyek. "Kadang juga ini kelalaian para tukang untuk memasang papan proyek. Karena biasanya kontraktor mempercayakan kepada tukang untuk memasang papan nama itu," imbuhnya.
Alasan lain yang disampaikan Bahar Budiman, mengenai keamanan papan proyek itu. Biasanya sudah dipasang, tetapi sering dirusaki dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Setiap pekerjaan itu harus memiliki identitas jelas. Semua kegiatan harus ada papan namanya sebagai gambaran kegiatan tersebut. Kalau tidak diindahkan berarti tidak mengikuti alur pekerjaan proyek," tandasnya.
Meski demikian, Bahar Budiman mengklaim bahwa ketidaktaatan para kontraktor memasang papan nama proyek bukan hal krusial. Karena sifatnya bukan teknis tetapi sebagai pelengkap administrasi pekerjaan.
"Papan proyek itu bukan bersifat teknis yang dapat menghambat jalannya pekerjaan. Itu hanya administrasi saja. Tapi jangan dianggap biasa, itu juga penting sebagai gambaran pekerjaan," pungkasnya. (p5)