Berita Terkini
Buteng

Pimpin Upacara Peringatan HGN, Wabup La Ntau Soroti PGRI Buteng

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 28 November 2018 14:50 WIB · 3 menit baca
Pimpin Upacara Peringatan HGN, Wabup La Ntau Soroti PGRI Buteng
Anggota PGRI mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan HGN di halaman kantor bupati, kemarin.

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) Kapten Inf (Purn) La Ntau menjadi inspektur upacara (Irup) pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang digelar di halaman kantor bupati, Selasa (27/11/2018).

Kendati tak ada persiapan sebelumnya, pelaksanaan rangkaian upacara peringatan HGN tersebut seperti penggerek bendera dadakan dari para guru senior berjalan dengan lancar dan baik. Wabup Buteng sendiri dalam amanatnya membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy.

Sayangnya, dalam pandangan Wabup La Ntau upacara peringatan HGN tersebut hanya dihadiri sedikit dari banyaknya guru yang ada di Buteng. Maka tak ayal, orang nomor dua di Buteng itu langsung menyoroti kinerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Buteng.

"PGRI di Kabupaten Buteng ini sudah lama terbentuk, tapi kenapa yang hadir pada upacara hari lahir guru sendiri sedikit sekali yang hadir. Ini menunjukan kalau PGRI Buteng tidak bersatu, karena terlihat tidak ada persiapan," ungkap La Ntau dalam pidato singkatnya usai upacara.

Itu pun, kalau bukan dirinya yang desak agar dilaksanakan upacara peringatan HGN sehari sebelumnya, kemungkinan akan terlewati begitu saja. "Ini pun sebenarnya sudah terlambat upacaranya. Harusnya pas 25 November atau mundur satu hari saja," tandasnya.

Maka itu, ia meminta PGRI Buteng memperbaikinya untuk tahun-tahun kedepannya agar lebih maksimal lagi. Bagaimana mau mencontohkan kepada anak didik, PGRI-nya saja tidak maksimal mempersiapkan rangkaian upacaranya.

-

Wabup Buteng La Ntau saat memberikan penghormatan pada upacara peringatan HGN, kemarin.

"Rencanakanlah sejak jauh hari. Kalau ada kendala dan misalnya tidak ada anggaran, datang ke Pemda bicarakan dan minta bantu di Dinas Pendidikan. Jadi, jangan salahkan Pemda kalau upacara hari lahir guru pada upacara hari ini tidak maksimal," timpalnya.

Pasangan Samahuddin ini menilai, tidak maksimalnya PGRI hari ini disebabkan sudah tidak mampunya ketuanya menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. "Kalau Ketua PGRI-nya sudah seperti itu, laksanakan lagi pemilihan. Saya kira tidak ada masalah," cetusnya.

Apalagi, saat ini Ketua PGRI Buteng tidak murni lagi sebagai guru karena sudah masuk dalam struktural pemerintahan menjadi Kepala BKKBN, yang sebelumnya sebagai Sekretaris Dinas Dikbud. Dengan jabatan barunya sebagai Kepala BKKBN, tidak konsentrasi lagi mengurus PGRI dan kebanyakan keluar daerah.

"Sekarang saja, upacara peringatan hari guru tidak hadir karena masih keluar daerah ke Kendari. Tapi, tidak apa-apa kita maklumi saja. Nanti dilaksanakan pemilihan Ketua PGRI lagi," pungkasnya.

Satu harapannya kepada para guru di Buteng dalam peringatan HGN ini, mereka bisa menjadi contoh dan orang tua bagi anak didiknya di sekolah. "Itu harapan kita sebagai pemerintah daerah, karena tanpa guru kita tidak bisa jadi apa-apa seperti sekarang ini," tutupnya.(uzi)