Bupati Buteng Rencanakan Perayaan Tahun Baru 2019 Digelar di Labungkari

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin merencanakan syukuran melepas tahun 2018 dan menyambut tahun baru 2019 nanti digelar di simpang lima bundaran Labungkari, titik nol ibukota Kabupaten Buteng. Saat ini, bundaran tersebut masih terus digenjot penyelesaiannya yang ditargetkan tuntas 25 Desember 2018.
"Kalau targetnya selesai 25 Desember, masih ada waktu beberapa hari untuk melakukan pembenahan persiapan lokasi untuk kita gelar syukuran dan menyambut tahun baru 2019, sekaligus meresmikan bundaran Labungkari tersebut sebagai salah satu icon "wajah" Kabupaten Buteng," ungkap Samahuddin kepada media ini, Jumat (30/11/2018).
Orang nomor satu di Kabupaten Buteng ini berharap, penyelesaian pengerjaan bundaran Labungkari selesai sesuai target sehingga rencananya tersebut dapat diwujudkan. "Rencana kita itu, sore 31 Desember 2018 kita gelar istighozah atau zikir bersama dengan mendatangkan ustaz untuk ceramah. Mungkin supaya lebih semarak, kita rangkaikan dengan acara Kande-kandeanya," tuturnya.
Pasca itu, malam tahun barunya diisi dengan hiburan rakyat atau pentas seni dari berbagai kecamatan. Supaya lebih ramai dan meriah lagi, dihibur dengan artis ibukotanya. Puncaknya, pada detik-detik pergantian tahun baru diluncurkan pesta kembang api di udara.
Ditanya, siapa ustaz penceramah syukuran dan artis ibukota malam tahun baru tersebut, bupati pertama pilihan rakyat belum memberikan bocoran. "Mungkin kita rapatkan bersama dulu bersama unsur Muspida, OPD, camat, lurah, dan kades kemudian dibentuk panitianya. Siapa ustaz dan artis ibukota yang akan kita undang," timpalnya.
Untuk melihat progres penyelesaian bundaran Labungkari yang akan dipakai sebagai lokasi digelarnya syukuran dan perayaan tahun baru tersebut, Samahuddin setiap pulang berkantor langsung meninjau pengerjaan bundaran Labungkari yang terus digenjot siang dan malam.
Bahkan, untuk memastikan para pekerja dan operator alat berat bekerja, Samahuddin acap kali turun melakukan pemantauan hingga larut malam. Ia menginginkan, meskipun dikerja dengan waktu yang relatif singkat, namun hasilnya tetap berkualitas.(uzi)