Program Pamsimas Diminati Desa di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Setelah mengetahui manfaat program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) III dari sosialisasi yang dilakukan panitia kemitraan (Pakem) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), 67 desa di daerah berjuluk negeri seribu gua itu berebut untuk memasukan program Pamsimas tersebut di APBDes 2019.
Pasalnya, untuk mendapatkan program Pamsimas tersebut, pemerintah desa hanya mengeluarkan 10 persen dari APBDesa, sementara 70 persen dari APBD (Maksimal Rp 245 juta), serta 20 persen dari swadaya masyarakat yang dibagi dalam empat persen uang tunai dan 16 persen dalam bentuk material atau tenaga.
Keuntungan dari program Pamsimas ini bagi pemerintah daerah sendiri, setiap membantu satu desa melalui APBD-nya, maka pemerintah pusat akan membantu empat desa melalui APBN-nya. Jika pemerintah daerah menganggarkan dua desa, maka sudah delapan desa yang dibantu pemerintah pusat. Begitu seterusnya, dengan perbandingan satu banding empat.
Kades Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, La Telu Muh Abdul Jalil mengaku sangat tertarik dengan program Pamsimas ini. Meskipun sudah ada jaringan air swadaya yang telah dibangun dan dialirkan di desanya, ia ingin menambahnya lagi melalui Pamsimas karena akan ada pengembangan penduduk dan perumahan kedepannya di atas desa menuju SMP Baruta.
"Sudah ada beberapa rumah di bagian SMP itu yang pasti akan berkembang kedepannya. Kalau bisa kita bangun memang jaringan airnya, sehingga tinggal disambungkan saja jika ada rumah yang dibangun," tuturnya usai mengikuti sosialisasi Pamsimas III di aula kantor camat Lakudo, belum lama ini.
Bupati Buteng H Samahuddin yang membuka sosilaisasi program Pamsimas tersebut akan menargetkan setengah dulu dari 67 desa yang ada di Kabupaten Buteng. "Hitungannya itu kalau kita bantu anggarkan enam desa di APBD 2019 nanti, kemudian pusat membantu 24 desa dengan APBN-nya, berarti ada 30 desa yang masuk program Pamsimas," ungkapnya.
Bupati berkeinginan, semua desa di Kabupaten Buteng langsung sekaligus mendapatkan program Pamsimas 2019. Namun, ia mengingat pula kemampuan APBD yang harus dianggarkan secara bertahap. Apalagi Pamsimas III ini sampai 2020 dan kemungkinan akan ada lagi lanjutannya, sesuai target pemerintah pusat melalui RPJMN 2015-2025 dengan program 100 persen air bersih, nol persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi (100-0-100).
"Kalau 67 desa berkeinginan semua masuk program Pamsimas 2019 nanti, mungkin kita akan lihat dulu mana yang lebih prioritas untuk kebutuhan air minumnya. Kalau sudah ada dan butuh pengembangan, kita lihat lagi yang paling banyak kebutuhannya," pungkasnya.
Desa-Desa yang ingin memasukan program Pamsimas III di APBDesa 2019, disilahkan mengajukan proposal ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang merupakan perumus dari panitia kemitraan (Pakem) Kabupaten Buteng. Pakem ini terdiri dari empat instansi, yakni Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), dan Dinas Kesehatan (Dinkes).(uzi)