Berita Terkini
Buteng

Progres Penyelesaian Bundaran Labungkari Capai 70 Persen

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 7 Desember 2018 14:59 WIB · 2 menit baca
Progres Penyelesaian Bundaran Labungkari Capai 70 Persen
Kontraktor pengerjaan bundaran Labungkari, Mas Jono, saat mengawasi operator alat berat yang sedang bekerja di Labungkari

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Memasuki hari ke-19 dengan target 45 hari kerja siang-malam, progres penyelesaian pengerjaan bundaran Labungkari, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), sudah mencapai 70 persen. Tersisa pencabutan tiang listrik di tengah bundaran, penggalian jalur ke arah Lombe, dan finishing bukit Labungkari.

"Kalau kita lihat hasil pengerjaan bundaran Labungkari sampai hari ini, bisa dikatakan penyelesaiannya sudah mencapai 70 persen," ungkap Kontraktor Pengerjaan Bundaran Labungkari, Mas Jono, ditemui saat mengawasi operator alat berat yang sementara bekerja, Kamis sore (6/12/2018).

Dengan waktu tersisa 19 hari lagi dari terget sudah harus tuntas 25 Desember 2018, pihaknya optimis pengerjaan bundaran Labungkari tersebut selesai sebelum waktu yang ditargetkan. Apalagi alat berat yang diturunkan sekarang sudah 12 unit, yakni 10 excavator dan dua unit Loder.

"Dari 26 November lalu, alat berat yang kita pakai enam unit terus kita tambah. Sekarang sudah 10 excavator dan dua loder. Sehingga kita optimis bisa selesai sebelum waktu yang ditargetkan," yakinnya.

Ditanya, sejauh menggenjot penyelesaian bundaran Labungkari tersebut apakah ada kendala yang dihadapi? Jono mengaku hanya kendala tiang listrik saja yang belum dicabut, sehingga ia berharap pihak PLN secepatnya melakukan pencabutan untu dipindahkan ke tiang-tiang baru yang sudah terpasang.

"Tinggal yang jalur ke atas bukit Labungkari belum dipasang, tapi kalau jalur ke arah Lakudo sudah terpasang. Kalau dua tiang yang berada di tengah bundaran ini dicabut, maka memudahkan kami untuk melakukan pembersihan dan pematangan bundarannya supaya rata. Kalau bukitnya sudah cukup, tinggal finishing cari levelnya saja," bebernya.

Pekerjaan berat yang tersisa, kata Jono, tinggal penggalian jalan pendakian yang mengarah ke Lombe supaya rata atau berkurang tingginya. "Kalau jalurnya dialihkan ke jalan SamaTau yang dikerjakan TMMD itu, mungkin bisa selesai tiga hari. Tapi kalau digali sebelah-sebelah, mungkin memakan waktu berhari-hari," paparnya.(uzi)