Berita Terkini
Buteng

Buteng Jadi Daerah Pertama di Sultra Miliki Peta Dasar Skala 1:5.000

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 11 Desember 2018 16:12 WIB · 3 menit baca
Buteng Jadi Daerah Pertama di Sultra Miliki Peta Dasar Skala 1:5.000
Bupati Buteng Samahuddin, memberikan cindera mata kepada Sekreraris Utama BIG Prof Muhtadi Ganda Sutrisna

PUBLIKSATU, BOGOR - Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mencatatkan diri sebagai daerah pertama di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki peta dasar dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dengan skala 1:5.000.

Hal itu disampaikan Sekretaris Utama BIG RI, Prof Dr Muhtadi Ganda Sutrisna pada rapat dan pertemuan paparan akhir penyusunan unsur peta dasar Skala 1:5.000 Kabupaten Buteng bekerja sama dengan BIG di Gedung BIG, Cibinong, Bogor, Senin (10/12/2018).

Prof Muhtadi, turut didampingi Kepala Pusat Penelitian Promosi dan Kerja Sama Dr Ir Wiwin Ambarwulan MSc, Inspektur BIG Dr Ir Sugeng Prijadi MSc, dan Kepala Balai Layanan Jasa dan Produk Geospasial Dr Ir Theresia Retno Wulan SHut.

"Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang dibangun Pemkab Buteng dalam kebijakan pembuatan peta dasar. Kabupaten Buteng ini merupakan daerah pertama di Sultra yang mengawali kerja samanya dengan BIG dan pertama pula memiliki peta dasar di Sultra," ungkap Prof Muhtadi Ganda Sutrisna.

Ia berharap, dengan kerja sama ini dapat membuka ruang bagi BIG untuk membina sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Buteng dalam kajian spasial. "Alhamdulillah, tahun ini ada enam orang dari Dinas PUPR Buteng yang kita latih," bebernya.

Prof Muhtadi juga berharap, peta dasar dengan skala 1:5.000 ini dapat termanfaatkan dalam kebijakan merencanakan pembangunan di daerah. Sebab kebijakan peta dasar ini merupakan kebijakan yang tidak berakhir, dimana tinggal pembenahan dan kebutuhan yang disesuaikan.

Sekretaris Utama BIG ini menambahkan, dari delapan gambaran peta dasar, Kabupaten Buteng telah menghasilkan tujuh, yakni peta bangunan, perairan, garis pantai, transportasi dan utilitas, vegetasi, toponim, dan batas wilayah.

"Yang belum digarap dalam peta dasar ini saat ini adalah peta hipsografi, karena ini membutuhkan dana besar karena pengambilannya menggunakan pesawat," tutupnya.

Di tempat yang sama, Bupati Buteng H Samahuddin mengawali sambutannya dengan memaparkan potensi Kabupaten Buteng secara umum. Terdiri dari tujuh kecamatan, 77 desa/kelurahan, dan luas wilayah 83.703 hektar.

"Daerah kami (Buteng, red) memiliki posisi strategis yang terletak di jazirah selatan Pulau Muna dan dapat diakses dengan mudah melalui beberapa kabupaten dan kota disekitarnya, yakni dari Kota Baubau, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Bombana," paparnya.

Pada kesempatan itu, Samahuddin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan baik antara Pemkab Buteng dan pihak BIG. "Semoga kerja sama ini membawa manfaat bagi pembangunan Buteng yang berkah," harapnya.

Menurut orang nomor satu di Buteng ini, peta harusalah menjadi dasar dan panduan dalam gerak langkah membangun Kabupaten Buteng sesuai dengan cita-citanya yang berkah. Peta juga dapat menjadi instrumen dalam merencanakan pembangunan, perizinan pembangunan ruang, pengawasan ruang, pengendalian ruang, dan instrumen koordinasi lintas sektor.

"Alhamdulillah, rupanya Kabupaten Buteng menjadi daerah pertama di Sultra yang memiliki peta dasar hasil kerja sama dengan BIG," ucapnya.

Pasangan La Ntau ini menyadari, kerjasama penyusunan peta dasar ini barulah langkah awal dan diharapkan dapat terus berlanjut serta berkesinambungan, utamanya menyiapkan SDM pengelola pemanfaatan peta.

Dalam paparan akhir penyusunan unsur peta dasar skala 1:5.000 tersebut, dari pihak Pemkab Buteng turut dihadiri Sekab La Ode Hasimin, Kadis PUPR H Maiynu, Kabag Humas dan Protokoler Dr Aris Mahmud, dan Kabid Tata Ruang PUPR Buteng Syahirun SHut.(uzi)