UHO Temukan Penyebab Turunnya Produktivitas Jambu Mete di Buteng

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Setelah kurang lebih tiga bulan melakukan
penelitian tentang mulai menurunnya produktivitas jambu mete di Kabupaten
Buton Tengah (Buteng), tim peneliti Universitas Haluoleo (UHO) Kendari
akhirnya menemukan beberapa penyebabnya.
Hal itu dilaporkan tim peneliti UHO dalam seminar akhirnya yang digelar di
aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupatern Buteng, belum
lama ini.
Ketua Tim Peneliti UHO Prof Dr Ir Hj Husna, menerangkan penyebab turunnya
produktivitas jambu mete di Kabupaten Buteng dipengaruhi faktor umur pohon
yang sudah tua rata-rata 25-35 tahun. Sementara diketahui, umur produktif
jambu mete yang tinggi itu pada saat umur 15-20 tahun.
Penyebab lainnya, ada pada petaninya sendiri yang rata-rata tidak melakukan
budidaya yang baik, seperti pemeliharaan rutin maupun pemupukan. Para petani
biasanya baru membersihkan pohon jambunya dari gulma nanti saat berbunga
saja.
"Kita sudah petakan, perkebunan jambu mete terbanyak itu di Kecamatan
Mawasangka, disusul Kecamatan Lakudo dan Kecamatan Gu. Paling sedikit itu di
Kecamatan Sangia Wambulu dan Kecamatan Talaga Raya," bebernya.
Untuk mengatasi penyebab menurunnya produktivitas jambu mete ini, kata Prof
Husna, pihaknya sudah melahirkan beberapa rekomendasi yang harus dilakukan
petani dan Pemkab Buteng sendiri.
Bagi pohon jambu mete yang sudah tua, harus dilakukan peremajaan dengan
pemangkasan dan penjarangan. Setelah dilakukan peremajaan, daunnya kemudian
disemprot menggunakan pupuk atau diistilahkan penyemprotan pemupukan pada
daun.
Selain itu, harus disiapkan pembibitan lokal dari biji yang berkualitas
dengan rasa gurih dan manis. Pada saat ditanam harus memperhatikan jarak
tanamnya, atau ditanam diantara pohon jambu tua yang satu dengan lainnya.
Bibit tanaman baru tersebut kemudian harus menggunakan pupuk hayati Mikoriza.
"Peremajaan dan pembibitan ini sudah harus digarap dan dikembangkan 2019
nanti oleh Pemkab Buteng melalui Dinas Pertanian, Bidang Perkebunan. Bibit
unggul lokal tersebut nantinya akan dijual Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu,"
katanya.
Tak hanya rekomendasi solusi mengatasi penyebab menurunnya produktivitas
jambu mete, Tim UHO juga merekomendasikan pemanfaatan produksi biji jambu
mete dan buah semunya. Bagaimana kulit jambu mete bisa dibuat sebagai minyak
dan buah semunya bisa diproduksi menjadi sirup maupun selei. "Selama ini,
kulit jambu mete dan buah semunya itu dibuang saja, sehingga menjadi limbah
lingkungan," tukasnya.
Pihaknya berencana, jika HUT Buteng 2019 nanti bertepatan dengan musim buah
jambu mete, timnya akan mempromosikan sirup dan selesai dengan berbagai rasa
yang bahannya dari buah semu jambu mete. "Kalau sambutan pasar baik, bisa
diproduksi dalam skala besar. Tentu ini akan menciptakan lapangan kerja baru
bagi masyarakat," tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Buteng LM Syamsudin Pamone
mengatakan, pihaknya menggandeng UHO untuk meneliti turunnya produktivitas
jambu mete merupakan wujud dari visi misi pemerintahan Samahuddin-La Ntau
(SamaTau) dalam mengembangkan tiga sektor unggulan di Kabupaten Buteng.
"Ada tiga sektor unggulan yang akan dikembangkan, yakni pariwisata,
perikanan, dan pertanian. Pengembangan teknologi jambu mete nantinya
sebagaimana rekomendasi tim peneliti UHO merupakan salah satu upaya dalam
mendorong gerak maju sektor pertanian di bidang perkebunan, disamping
pengembangan potensi pertanian lainnya," paparnya.
Bappeda sendiri akan memberikan suport pada Dinas Pertanian, khususnya Bidang
Perkebunan dalam menyiapkan road map dalam mengembangkan perkebunan di
Kabupaten Buteng yang salah satunya adalah pengembangan teknologi jambu mete
sebagai program dalam mengaktualisasikan visi misi bupati.
"Saya kira tak hanya Bappeda, tapi semua OPD terkait harus berperan.
Bagaimana Disperindag menyiapkan produk-produk pertanian dengan label
Butengnya dan menjamin pemasarannya, Dinas Nakertrans dapat merekrut tenaga
kerjanya dan lain sebagainya. Semua dilakukan secara terpadu untuk mewujudkan
Buteng yang "Berkah" sebagaimana visi misi bupati," pungkas Samsudin.(uzi)