Berita Terkini
Buteng

Aspal Pelebaran Jalan, Pemkab Buteng Prioritaskan Kawasan Pemukiman

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 14 Desember 2018 16:04 WIB · 3 menit baca
Aspal Pelebaran Jalan, Pemkab Buteng Prioritaskan Kawasan Pemukiman
Bupati Buteng H Samahuddin didampingi Kadis PUPR Maiynu saat meninjau pelebaran jalan

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Pasca dilakukan program pelebaran jalan di beberapa wilayah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) 2017 lalu, 2019 nanti akan diaspal dengan memprioritaskan kawasan-kawasan pemukiman agar masyarakat tidak lagi merasakan debu.

Dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menurun tahun anggaran 2019, Pemkab Buteng belum bisa menuntaskan secara keseluruhan pengaspalan jalan-jalan yang sudah diperlebar sebelumnya. Maka itu, ditaktisi dengan memprioritaskan kawasan-kawasan pemukiman terlebih dahulu.

"Beberapa ruas jalan yang sudah dilakukan pelebaran 2017 lalu, kita akan aspal 2019 nanti. Namun kita prioritaskan dulu di kawasan-kawasan pemukiman, karena keterbatasan anggaran akibat DAK yang menurun," ungkap Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buteng H Maiynu ditemui pada pembahasan APBD 2019 di kantor DPRD, belum lama ini.

Seperti pelebaran jalan simpang tiga Lolibu-Lamena, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim) dan simpang tiga Kelurahan Lakorua-Kancebungi, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng). "Semua jalan yang dilebarkan 2017 lalu, kita akan aspal. Utamanya jalan yang melewati desa atau perkampung supaya tidak berdebu lagi saat dilewati kendaraan," cetusnya.

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Perencana PUPR Aminudin, khusus pengaspalan jalan simpang tiga Lolibu-Lamena, pihaknya menganggarkan Rp 16 miliar lebih yang bersumber dari DAK 2019. "Disitu ada tiga segmen dengan anggaran Rp 16 miliar lebih," tukasnya.

Sementara pelebaran jalan Lakorua-Kabcebungi yang melewati Desa Watorumbe, Watorumbe Bata, Gundu-Gundu, Gumanano, Kancebungi dianggarkan Rp 10 miliar. "Itu juga akan diaspal dengan prioritas kawasan pemukiman," singkat Aminudin.

Untuk diketahui, Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Buton Tengah (Buteng) untuk tahun anggaran 2019 menurun dari perolehan tahun sebelumnya. Bila 2018 mencapai Rp 160.175.959.000, maka 2019 hanya berkisar Rp 97.786.635.000.

Bupati Buteng H Samahuddin mengaku, menurunnya DAK 2019 bukan hanya dialami Kabupaten Buteng saja, melainkan semua daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan anggaran pusat banyak dialihkan untuk menanggulangi bencana alam di Lombok dan Palu, beberapa bulan lalu.

"Semua daerah di Indonesia dikurangi DAK-nya untuk tahun anggaran 2019, karena anggaran yang disiapkan APBN 2019 banyak juga diserap untuk menanggulangi bencana gempa bumi di Lombok dan Tsunami serta longsor di Palu," ungkap Samahuddin saat diwawancara usai sidang paripurna pidato bupati terhadap rancangan APBD 2019 di Kantor DPRD.

Padahal, Kabupaten Buteng sendiri sedang giat-giatnya mengenjot pembangunan infrasruktur dasar dan membutuhkan banyak anggaran DAK. Terpaksa, kegiatan pembangunan harus ikut menyesuaiakan dengan kemampuan anggaran yang ada. "Kita harus sabar, karena saudara-saudara kita di Lombok dan Palu yang tertimpa bencana kemarin harus dibantu cepat dan diprioritaskan," tuturnya.

Ditambah lagi dengan menghadapi Pemilu 2019, yakni Pilpres dan Pilcaleg membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sehingga berimbas pada menurunnya DAK semua daerah untuk tahun anggaran 2019.

Bupati pertama pilihan rakyat Buteng ini berharap, 2020 nanti DAK untuk Kabupaten Buteng lebih besar dan meningkat dari DAK 2018 yang mencapai Rp 160 miliar lebih. "Semua OPD harus pandai menjual program dan meyakinkan pemerintah pusat agar DAK kita meningkat di tahun-tahun mendatang," harapnya.(uzi)