Pulang dari Dinas Luar, Bupati Buteng Langsung Sidak Sejumlah Proyek Fisik

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Sepekan lebih menghadiri beberapa kegiatan bersambung di luar daerah, membuat Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin tak tenang terhadap perkembangan yang terjadi di daerahnya. Laporan dari bawahannya melalui telepon dianggapnya belum memuaskan dirinya sebagai orang lapangan, sebelum membuktikannya dengan melihat langsung fakta yang terjadi.
Maka tak heran, setibanya di Kota Baubau, Sabtu (15/12/2018) pagi, setelah menghadiri kegiatan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 bersama kepala derah lainya di Kendari sehari sebelumnya, Samahuddin langsung menyeberang ke Buteng setelah beristrahat sejenak di kediamannya di Baubau.
Tanpa memberitahu pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang selalu mendampinginya bila meninjau kegiatan fisik di lapangan, orang nomor satu di Kabupaten Buteng itu langsung melakukan "sidak" di sejumlah proyek yang sedang dikerja.
Diantaranya, pengerjaan bundaran Labungkari, pengaspalan jalan Teluk Lasongko-Labungkari, dan pengaspalan jalan Lombe-Tolandona dengan hotmix yang sudah sampai di Desa Rahia. Para pekerja pun dibuat kaget dengan kehadiran bupati yang tiba-tiba itu, karena biasanya ada pemberitahuan dulu sebelumnya.
"Saya harus lakukan Sidak seperti ini untuk mengetahui hasil pekerjaan mereka yang sebenarnya dan membuktikan laporan yang saya terima, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan atau tidak," ungkap Samahuddin usai melakukan peninjauan di tiga titik proyek tersebut.
Dari hasil pantauannya, pasangan La Ntau itu mengaku baik pengerjaan bundaran Labungkari maupun pengaspalan jalan rata-rata sudah mencapai 80 persen. Namun, ia berharap sisa 20 persennya cepat digenjot penyelesaiannya.
"Kita targetkan mereka sudah harus selesai 25 Desember nanti, utamanya bundaran Labungkari yang rencananya kita pakai sebagai lokasi perayaan tahun baru 2019," cetusnya.
Bupati pertama pilihan rakyat Buteng itu juga mengaku bersyukur kendala-kendala yang dihadapi di lapangan selama dirinya tidak ada di tempat dapat diselesaikan dinas terkait dengan pendekatan persuasif.
"Seperti pengerjaan bundaran di Labungkari, sudah tidak ada kendala karena sudah diselesaikan dengan baik dan diterima semua pihak," pungkasnya.(uzi)