Bidan RS Raha Mogok Lagi, Pasien Terlantar

PUBLIKSATU, MUNA - Bidan yang bertugas di Rumah Sakit (RS) kembali mogok. Aksi mogok para bidan ini yang kedua kali setelah sebelumnya pada hari Jumat (14/12) yang menyebabkan nyawa bayi Darmawati tidak tertolong.
Para bidan mogok dikarenakan, besarnya insentif tidak sama dengan petugas medis lainnya. Insentif bidan terbilang kecil dibanding para perawat yang besarnya mencapai Rp 900 ribu - Rp 1 juta. Sementara insentif bidan hanya Rp 700 ribu. Mereka tidak menuntut insentifnya dinaikan, tapi harus disamakan. Karena, bicara beban kerja sama. "Kita bukan bicara besar kecilnya, tapi maunya harus disama ratakan," kata salah seorang bidan yang identitasnya minta disembunyikan.
Mereka pun memilih tidak masuk ke dalam ruangan kebidanan. Aksi itu akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi. Buntut dari itu, pasien kebidanan terlantar tidak ada yang terurus. Mereka lebih memilih duduk di depan ruangan. "Kalau ada pasien yang keberatan, adukan ke pelayanan. Kita hanya menuntut hak," ujar wanita berhijab itu.
Sementara itu, Direktur RS, dr Agus Susanto yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini tengah mencarikan solusi. "Masih rapat dengan bagian keuangan. Kita mau carikan solusi," singkatnya. (cr1)