Warga Muna Ini Mengeluh Namanya Dicoret dari Penerima BSPS

PUBLIKSATU, MUNA - Keluhan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikelola Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Muna tak kunjung habis. Bantuan yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan. Ironisnya lagi, ada yang sudah menerima bantuan, namun namanya tiba-tiba dicoret.
Adalah Suwito, warga Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu. Ia masuk dalam daftar penerima bantuan. Dua bulan lalu, dia diberi bantuan berupa dua sak semen dan setengah kubik kayu. Karena, merasa senang dengan bantuan itu, Ia lalu membongkar rumahnya.
Sayangnya, hingga saat ini kebutuhan rumahnya belum semuanya dipenuhi. Buntutnya, rumahnya sudah tidak karuan. Bila hujan turun, air masuk ke dalam rumah.
Terkait kekurangan bahan bangunan rumahnya, Istrinya, Nursia sudah beberapa kali bolak balik di instansi yang dipimpin Ataludin itu. Namun, hanya mendapat janji manis.
Bulan lalu, istrinya menemui, Rabinra Rahman Bazar, Kabid yang menangani bantuan itu. Oleh Rabin dijanji ramuan bahan bangunan yang kurang akan dicukupkan. Tetapi, bulan telah berganti, tambahan bahan bangunan belum ada. Istrinya tidak putus asa. Ia kembali menemui Rabin. Namun, istrinya disarankan untuk menemui PPTK, Jarisdin.
"Saat menemui Jarisdin, dia bilang namaku sudah tidak ada dalam daftar penerima. Istri saya lalu kembali menemui Rabin di kantornya, tapi tidak ada," cerita Suwito sambil melihat-lihat rumahnya.
Ia bersama istrinya terus berusaha untuk menemui Rabin. Akhirnya, berhasilah dihubungi melalui ponselnya. Rabin menjanjikan PPTK akan ke rumahnya. "Sudah seminggu, tapi belum datang juga," sebutnya.
Suwito juga heran, kenapa mesti PPTK mau meninjau rumahnya. Bantuan awal berupa dua sak semen dan setengah kubik kayu telah diberikan. Lalu menjadi pertanyaan untuk apa lagi PPTK mau melakukan peninjauan.
"Saya juga sudah dapat info dari pendamping bahwa ramuan bahan rumahku lengkap ada di gudang, hanya mereka takut mau serahkan, karena sudah dicoret dari daftar penerima," ungkapnya.
Ia juga tak tahu menahu kenapa namanya tiba-tiba dicoret dari daftar penerima bantuan bedah rumah. "Istriku sudah pertanyakan ke Rabin, dia bilang tidak mungkin dicoret. Tapi, setelah diperlihatkan PPTK, memang tidak ada namaku. Ini kan menjadi aneh," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kadis Perumahan dan Pemukiman, Ataludin yang dikonfirmasi tidak berada di tempat. Media ini menemui Rabin, namun diarahkan ke PPTK, Jarisdin.
Di dalam ruangan kerja Jarisdin, banyak penerima bantuan yang datang mengeluh karena ramuan rumahnya banyak yang kurang. Jarisdin pun berjanji akan melengkapinya. (cr1)